oleh

Merasa Terancam, Kepala SMP Melapor ke Dinas Pendidikan

KabarSulselIndonesia (Nias) 

Merasa diri terancam, Kepala SMP 3 Hiliserangkai melapor ke Dinas Pendidikan. Dia merasa diancam oleh seorang guru di sekolah yang ia pimpin.

 

Oknum guru itu ramai diperbincangkan di media sosial. Oknum guru yang mengancamnya itu berstatus ASN.

Oknum guru itu diduga membuat keributan dan diduga mengancam kepala sekolah dengan menggunakan benda tajam serta mengeluarkan kata-kata yang tak pantas. Kejadian itu, Kamis (3/12/2021).

Kepala SMPN 3 Hiliserangkai, Iforiman Zamasi ketika dikonfirmasi mengemukakan, ia telah menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias tentang persoalan tersebut.

“Saya tempuh jalur administrasi dulu. Jika tidak ada respon dari dinas, saya akan tempuh jalur hukum. Sebab ini merupakan terkait tindak pidana,” kata Iforiman Zamasi, Senin (6/12/2021).

Dijelaskannya, “kejadian itu terjadi ketika jam istrahat sehingga semua guru berada di kantor. Tak lama kemudian, ada oknum guru lain yang melontarkan kata-kata yang kurang baik dan kemudian meninju meja.”

Sejurus kemudian, ada oknum guru yang tiba-tiba emosi. “Tiada hujan dan tiada angin, kemudian dia melabrak saya dengan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati,” kata dia.

Oknum guru itu, kemudian mengambil bekas lonceng yang terbuat dari velg mobil dan tiang bendera. “Kemudian dia mengancam saya. Tapi, saya diam saja sambil memperhatikan gerak geriknya,” kata kepala sekolah.

Menurut kepala sekolah, oknum tersebut kemudian membuka tas serta mengambil benda tajam. “Dia kembali mengancam saya. Saya cuma diam ketika diancam. Saya benar-benar trauma,” kata kepala sekolah.

Iforiman Zamasi berharap kepada Kadis Pendidikan Kabupaten Nias secepatnya mengambil langkah atas laporan yang ia sampaikan. “Saya benar-benar tak nyaman dan takut dengan kata yang diucapkan pelaku,” kata dia. (Martaf)

Komentar

Berita Lainnya