Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Dalam upaya mendukung pengembangan investasi dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Dinas Perkebunan Fakfak (Disbun) memimpin inisiatif sinergi antara PT. Rimbun Sawit Papua (RSP) dan PLN Fakfak untuk membahas potensi daya listrik di Fakfak.
Pertemuan yang dilaksanakan pada Senin (12/8/2024) di ruang Rapat Bappeda & Litbang Fakfak ini dihadiri oleh Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, SE, MM, serta berbagai pejabat OPD teknis, kepala distrik, PLN, dan PT. RSP.
Pertemuan ini mencakup tiga agenda utama: penilaian potensi daya pembangkit listrik di Fakfak, analisis kebutuhan listrik untuk pabrik sawit, dan persiapan peluncuran listrik 24 jam untuk grid Mambunibuni-Kriwaswas-Kinam.
Asisten III Girin, SE, dalam sambutannya, menekankan pentingnya listrik sebagai kebutuhan dasar yang mendesak bagi masyarakat Bomberay dan Tomage.
Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dapat mempercepat penyediaan listrik di wilayah tersebut untuk mendukung kebutuhan industri dan masyarakat.
Region Controller PT Rimbun Sawit Papua, M. Thamrin, melaporkan bahwa hingga Juli 2024, pabrik sawitnya telah memproduksi 6.119 ton CPO. Namun, mereka menghadapi kendala utama berupa kekurangan daya listrik, dengan kebutuhan mencapai 1,9 MW.
Sementara itu, PLN Fakfak hanya dapat menyediakan kapasitas 380 kW di Bomberay, dengan beban puncak mencapai 350 kW. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan dan tindakan lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan listrik ini.
Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, SE, MM, menegaskan komitmennya untuk mendukung program “Fakfak Terang” melalui penyediaan lahan untuk pembangkit listrik dan penuntasan ganti rugi tanaman masyarakat.
Ia optimis, dengan adanya komunikasi yang baik antara Pemda dan PLN, akses listrik akan semakin meluas dan meningkatkan jam nyala listrik di Fakfak.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T, menjelaskan bahwa integrasi listrik negara dalam mendukung investasi, seperti pabrik sawit RSP, sangat penting.
Penggunaan listrik dari PLN dianggap lebih efisien dan efektif dibandingkan jika setiap investasi mengusahakan listriknya sendiri.
Ke depan, pemanfaatan listrik ini juga akan berdampak positif pada pendapatan daerah, terutama dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLMG) yang akan disubsidi oleh LNG Tangguh.
Pemda Fakfak telah mulai menerima dana bagi hasil sebesar Rp 1 miliar selama tahap konstruksi pabrik sawit.
Dukungan listrik yang optimal diharapkan akan meningkatkan produktivitas pabrik dan penerimaan daerah.
Dengan demikian, inisiatif ini akan membawa manfaat ganda bagi Fakfak, termasuk peningkatan elektrifikasi dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, PLN dan PT Rimbun Sawit Papua (RSP) diharapkan segera menindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan listrik di kawasan Bomberay.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi dukungan listrik dan mendukung investasi sawit yang sudah berproduksi.
Sebagai langkah awal, peluncuran listrik 24 jam di Kampung Mambunibuni, Kriawaswas, dan Kinam dijadwalkan pada 15 Agustus mendatang, memberikan kado istimewa bagi masyarakat Fakfak menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-79.








Komentar