oleh

Rumah Dinas Wabub Nisut Berdiri Megah Tapi Dianggarkan Lagi Rp 4 Miliar, Warga: Maksudnya Apa?

KabarSulselIndonesia (Nias Utara)

Rumah dinas (Rumdis) wakil bupati Nias Utara (Nisut) yang terletak di Desa Fulolo Kecamatan Lotu, merupakan bangunan tergolong megah yang berdiri kokoh hasil pembangunan TA 2017, namun aneh, Wabup Yusman Zega tidak menempati dan Pemkab Nisut menganggarkan kembali pembangunan rumdis Rp. 4 miliar TA 2022.

Kabar Sulsel Indonesia, Jum’at (30/12/2021) saat meninjau lokasi melaporkan, rumdis yang hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari kantor bupati Nisut itu terlihat direnovasi, pintu dan pagar belakang tengah dikerjakan, demikian juga pengecatan yang didominasi warna putih membuat bangunan yang lama ditelantarkan itu tampak megah dan elegan. Sangat layak dihuni pejabat.

Anehnya, Wakil Bupati Nisut, Yusman Zega sebagaimana diketahui sebelumnya mengaku, Rumdis yang telah menelan dana Rp. 1,8 miliar tersebut, dikatakan tidak layak dihuni karena salah perencanan sehingga tidak memenuhi standar rumah dinas pejabat negara.

Yusman juga mengatakan, “Rumdis Wabub di Desa Fulolo nantinya akan dijadikan kantor setelah direnovasi, sementara rencana pembangunan Rumdis baru Rp. 4 miliar yang menuai protes dari sejumlah kalangan menurutnya bukan pemborosan.”

Berbeda dengan pernyataan Yusman. Yulius zai mantan Kadis PUPR Nisut mengatakan, “Rumdis Wabup di Desa Fulolo, pada prinsipnya sudah layak ditempati. Karena sebelum pembangunan fisik, investigasi dan peninjauan lokasi termasuk dukungan kualitas bangunan sudah dilakukan, hanya saja kata Yulius, pembangunan akses jalan sempat ditunda karena refokusing anggaran tahun lalu.”

Menanggapi hal itu, Rozama Lase tokoh masyarakat mengaku prihatin dengan cara berpikir pejabat Nisut yang tidak objektif soal penggunaan anggaran.

Dikatakan, dengan kondisi keuangan daerah sangat minim, pemerintah daerah mestinya harus berpikir kritis, terutama memenuhi janji Pilkada kepada masyarakat, bukan justeru menghambur-hamburkan dana untuk kegiatan tidak prioritas.

“Kalau mau konsisten serta membuktikan keberpihakan kepada rakyat, Wabup harus menempati Rumdis itu. Rumdisnya berdiri megah, diangarkan lagi Rp. 4 m, maunya apa ya,” kesal warga Lainnya, Dermawan.

(Korwil Kep. Nias-Martaf)

Komentar

Berita Lainnya