oleh

Mentan Syahrul Yasin Siapkan Agenda Jitu Atasi Lonjakan Harga Kedelai

KSI DKI Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyambangi Kompleks Kopti pengrajin tahu tempe dikawasan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dalam rangka Lonching Gerakan stabilitas harga dan pasokan kedelai dan mengecek langsung rumah produksi tempe dan tahu, Kamis (7/1/21).

Mentan SYL bersama Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman langsung berjalan menuju rumah produksi tempe dan tahu bertemu langsung produsen dan berbincang-bincang.

“Kami akan menjaga stabilitas harga kedelai di tengah polemik kenaikan harga yang terjadi saat ini. Ada tiga agenda kita susun bersama-sama, pertama agenda SOS stabilitas harga pasokan tidak boleh terganggu dan stabilitas harga,” katanya.

Sebagaimana diketahui, kelangkaan tempe dan tahu dipasaran terjadi pada 1-3 Januari 2021. Dimana, para pengrajin tahu tempe sempat melakukan penghentian produksi.

Oleh sebab itu, Mentan SYL, kontraksi yang terjadi pada kedelai itu adalah karena pengaruh global. Karena selama ini kedelai untuk kebutuhan tahu dan tempe itu adalah kedelai inport karena memang harganya jauh lebih murah.

“Dan setrategi kita adalah mendorong sebelas ketahanan pangan lainnya diantarnaya jagung karena harganya lebih bagus itu juga menjadi pilihan,bukan berarti kita melupakan kedelai,” ucapnya.

Lebih lanjut Mentan Syahrul menjelaskan, dalam hal ini kita Mentan bersama Mendag dan TNI Polri juga melibatkan koperasi asosiasi dan pengrajin tahu tempe se Indonesia.

“Dalam kordinasi bersama itu ada tiga agenda yang kita siapkan, yang paling penting bagaimana pasokan dan harga tidak terganggu. Dan, Alhamdulillah para importir dan gabungan pengusaha tahu tempe kita lansung bisa link dan hari ini kita busa laonching harga 8500 per kilo,” papar Mentan Syahrul.

Selain itu, tiga agenda yang kita siapkan itu adalah melakukan stabilisasi baik pasokan maupun harga,Yang kedua mendekatkan antara semua ketersediaan kedelai yang ada supaya mendekatkan kepada sentra sentara pengguna di seluruh jawa dan di luar jawa.

“Kita berharap seratus hari ini kondisi bisa kita normalkan,kemudian dua ratus hari kedepan say akan melakukan loncatan produktivitas dan infortir sudah siap menerima.Kemaren masalahnya di harga,sekarang sudah kembali menjadi 8500 ini sudah ada margine yang cukup untuk kita interpensi agar para petani kita mau bertanam kedelai lebih kuat.” tegasnya.

Editor : Yen

Komentar

Berita Lainnya