Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Koperasi Mery Tora Qpohi (MTQ), yang dibina oleh Yayasan Kaleka, siap melakukan ekspor minyak atsiri pala ke Perancis pada awal tahun 2025.
Dengan dukungan penuh dari Dinas Perkebunan Fakfak, koperasi ini terus mempersiapkan standar mutu dan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar internasional.
Minyak atsiri pala, yang akan diekspor, merupakan bahan baku penting untuk industri aromaterapi, parfum, kosmetik, dan farmasi, khususnya di Eropa.
Langkah strategis ini diambil setelah rapat teknis terpadu yang digelar pada Jumat (6/9/2024) di Dinas Perkebunan Fakfak, melibatkan Yayasan Kaleka, Dinas Perkebunan, dan pengurus Koperasi MTQ.
Konsultan senior Yayasan Kaleka, Ir. Rahim Patamasya, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendampingi lima kampung penghasil pala, termasuk Kampung Perwasak, Pangwadar, dan Patimburak.
Kampung-kampung tersebut membentuk Koperasi MTQ sebagai wadah pengelolaan bisnis minyak atsiri pala, yang dikelola langsung oleh para petani anggota koperasi.
“Kami di Yayasan Kaleka hanya berperan sebagai pembina dan memfasilitasi petani agar terhubung langsung dengan buyer internasional. Harapan besar kami adalah menjadikan ekspor minyak atsiri sebagai nilai tambah bagi petani, sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dari komoditas pala,” ujar Rahim Patamasya.
Ketua Koperasi MTQ, Fitria Hubrow, dalam penjelasannya menekankan bahwa minyak atsiri diproduksi dari pala kering berkualitas (Pala Ketok K1), yang kemudian diekstrak menjadi minyak.
Untuk memenuhi permintaan ekspor uji coba, dibutuhkan sekitar 6 ton pala berkualitas untuk menghasilkan 220 liter minyak atsiri.
Koperasi MTQ membeli pala dari petani binaan dengan harga Rp 75.000 per kilogram. Namun, tantangan teknis masih muncul.
Dari uji coba ekstraksi 23 kg pala K1, hanya dihasilkan 600 ml minyak atsiri, dengan rendemen ekstraksi hanya 3%.
Koperasi berupaya meningkatkan rendemen hingga 4%, yang diproyeksikan dapat menghasilkan 800 ml minyak atsiri per batch, guna mencapai target profit yang optimal.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, sangat mengapresiasi inisiatif ini dan berkomitmen untuk terus mendukung rencana ekspor minyak atsiri Pala Tomandin, yang terkenal dengan aroma khasnya. Menurutnya, langkah ini adalah terobosan penting dalam meningkatkan nilai tambah bagi petani pala di Fakfak.
“Ekspor minyak atsiri ini merupakan hasil tindak lanjut dari kerjasama dengan Tim Atelier Franchise des Matieres (AFDM) Perancis, yang melihat potensi besar dari Pala Tomandin sebagai bahan baku premium. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan harga pala, tetapi juga mendorong diversifikasi produk turunan yang lebih menguntungkan,” ujar Widhi.
Menambahkan pada hal tersebut, salah satu manajer Yayasan Kaleka, Greg R. Daeng, menyampaikan bahwa kerjasama antara Yayasan Kaleka dan Pemerintah Daerah Fakfak telah berjalan sejak tahun 2019.
“Sejak awal, fokus kerjasama ini adalah pendampingan kepada para petani pala agar mereka mampu mengolah produk dengan standar yang sesuai untuk pasar ekspor. Langkah ini bertujuan agar potensi pala Fakfak dapat dimaksimalkan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para petani,” ungkap Greg.
Widhi juga menegaskan bahwa peningkatan nilai komoditas pala tidak bisa hanya mengandalkan penjualan pala mentah seperti biji, kulit, atau bunga.
Namun, jika diolah menjadi produk turunan seperti minyak atsiri, nilai jualnya akan jauh lebih tinggi, serta mengurangi biaya distribusi bahan baku.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana guna menunjang kualitas produksi pala di Fakfak.
Dalam pertemuan tersebut, Koperasi MTQ menerima surat keputusan dari Dinas Perkebunan Fakfak sebagai bentuk pengakuan atas pembinaan terhadap 117 petani pala dalam mengelola minyak atsiri sesuai standar internasional.
Widhi berharap, Koperasi MTQ dapat menjadi model pengelolaan minyak atsiri pala di Kabupaten Fakfak, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan hasil perkebunan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Koperasi MTQ diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan pemerintah, instansi terkait, serta sektor swasta untuk memperluas pengembangan, pemasaran, dan distribusi minyak atsiri Pala Tomandin, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.








Komentar