Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Pemerintah Kabupaten Fakfak menutup rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Reguler RKPD dan Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2027 dengan penegasan komitmen pada tiga bidang prioritas: Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Kreatif.
Forum yang berlangsung sejak Selasa, 14 April 2026 hingga Rabu, 15 April 2026 di Gedung Winder Tuare itu menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus evaluasi kerja pembangunan daerah.
Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Fakfak, Abd. Razak I Rengen, S.H., M.Si., yang mewakili Bupati Fakfak, dalam sambutan penutupannya menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi sebagai pijakan memperbaiki kinerja pemerintah daerah. Ia merujuk pada sejumlah catatan yang sebelumnya disampaikan Wakil Bupati sebagai bahan refleksi bersama.
“Evaluasi yang disampaikan menjadi pegangan dan motivasi kita untuk bekerja lebih sungguh-sungguh. Bukan hanya Bapak-Ibu sekalian, tetapi kita semua, setiap saat harus melakukan evaluasi untuk menyempurnakan apa yang kita kerjakan,” ujar Razak di hadapan peserta Musrenbang.
Hari kedua Musrenbang difokuskan pada pembahasan tiga urusan strategis. Di sektor Papua Sehat, perhatian tertuju pada penguatan layanan dasar kesehatan, termasuk optimalisasi peran puskesmas dan penyempurnaan program yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada bidang Papua Cerdas, forum membahas peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan akses, sementara Papua Kreatif diarahkan untuk mendorong ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
Razak mengakui, tidak semua persoalan dapat dituntaskan dalam forum dua hari tersebut. Karena itu, ia membuka ruang lanjutan melalui “klinik perencanaan” di Bappeda bagi perangkat daerah yang masih perlu menyempurnakan dokumen maupun sinkronisasi program.
“Kalau ada yang belum terselesaikan karena keterbatasan waktu, kita masih punya ruang untuk menyempurnakannya bersama,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa agenda perencanaan tidak berhenti pada Musrenbang RKPD dan Otsus. Sejumlah kegiatan lanjutan, termasuk penyusunan dokumen perencanaan sektoral dan integrasi program lintas bidang, telah dijadwalkan untuk memastikan hasil Musrenbang terimplementasi secara konkret dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2027.
Suasana penutupan berlangsung hangat. Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat dan para orang tua hingga malam hari, menurut Razak, menjadi penanda dukungan moral bagi generasi muda dan pemerintah daerah dalam memikul tanggung jawab pembangunan. Ia menyebut partisipasi tersebut sebagai bentuk cinta dan kepedulian terhadap masa depan Fakfak.
“Atas perintah Bupati Fakfak, dengan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Musrenbang RKPD dan Otsus Tahun 2027 secara resmi saya tutup,” ucapnya.
Dengan berakhirnya forum ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak memikul pekerjaan rumah untuk memastikan bahwa tiga agenda besar : sehat, cerdas, dan kreatif tidak berhenti sebagai jargon, melainkan menjelma menjadi program terukur yang menyentuh kebutuhan warga.
Musrenbang telah usai, tetapi ujian sesungguhnya baru dimulai: menghadirkan perencanaan yang tidak sekadar rapi di atas kertas, melainkan nyata di lapangan.








Komentar