Jaringan Mahasiswa Jakarta Dukung Program Vaksinasi dalam upaya Memutus Mata Rantai Covid-19

Kesehatan, NEWS166 views

KSI DKI Jakarta – Dr dr Safrizal rahman MKes SpOT selaku Ketua IDI Aceh memberikan penjelasan bahwa sudah 1 juta kasus angka masyarakat yang terpapar virus corona Covid-19, berbeda dengan kasus pertama yang terjadi di wuhan yang hanya terpapar sebanyak sembilan puluhan ribu kasus saja.

Faktanya setelah satu tahun belum ada penyeleseaian yang baik, sepertinya gelombang pertama pandemic ini pun belum bisa kita lalui.

Ini menjadi salah satu hal yang memprihatinkan untuk kita bersama. kondisi yang terjadi kali ini mengakibatkan indonesia berada dalam posisi yang sangat rawan dengan tingginya angka yang terpapar Covid-19.

Penanganan covid, sebelum adanya vaksinasi masyarakat diharuskan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) dengan 3M.

Kemudian dengan adanya vaksin, hal ini bisa dikaloborasikan dengan memadukan ketiganya. Herd imunity dengan adanya vaksin sebagai alatnya bisa menetralisir virus yang ada.

Maka dari itu seluruh lapisan masyarakat beserta pemerintah harus mematuhi protokol yang ada. Peran dari vaksin sendiri adalah untuk mengeluarkan antibodi sebagai penghalang virus corona ini.

Vaksin sendiri adalah zat antigen yang dimasukan ke dalam tubuh. Keadaan vaksin ini sudah dipelajari jauh-jauh hari oleh para medis sehingga kita bisa menanggulangi virus ini. Vaksin sinovax yang sudah ada dan sudah di distribusikan merupakn vaksin yang tingkat ke efisienannya lebih dari 50%.

Hal ini sudah melebihi apa yang dikatakan who bahwasannya vaksin bisa di distribusikan dengan nilai lebih 50 %. Untuk itu masyarakat tidak usah khawatir dengan adanya vaksin yang ada,karena vaksin yang ada sudah bersertifikat halal dan sudah di uji secara klinis.

Masyarakat sejatinya sudah memahmi dengan adanya vaksin ini,terlebih masyarakat pernah divaksin polio dan sebagainya. Saat ini kebutuhan Vaksin dunia mencapai 11 Milyar lebih untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

Indonesia sebagai negara yang besar pasti akan membutuhkan banyak vaksin yang ada, maka dari itu dengan adanya vaksin sinovac yang sudah pemerintah beli bisa dipastikan kehadirannya akan menumbuhkan harapan baru terhadap masyarakat.

Pada kesempatan yang sama seorang narasumber dari Badko HMI Jabodetabeka-Banten Hendra Purwanto menjelaskan harus ada langkah yang perlu diambil dalam program vaksin merupakan salah satu kebijakan yang bisa kita ikut dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebagai masyarakat kita harus mensuport kebijakan yang bersifat positif.

“Agar kehidupan normal bisa kita rasakan. Kemudian pemerintah sebagai wadah yang menyediakan vaksin ini harus bisa menjalankan kebijakan Prokes dengan tegas secara humanis,” terang narasumber. Rabu, (3/2/2021).

Dengan dilakukannya prokes yang sesuai dengan protokol yang ada bisa menjadikan program masyarakat untuk memutus mata rantai agar bisa segera  terealisasi.

“Dengan adanya vaksin yang sekarang sudah di distribusi bukan berarti kita harus acuh terhadap protokol kesehatan yang ada,” katanya.

Untuk itu dengan adanya vaksin ini merupakan jalan untuk kita bisa memutus mata rantai covid19 ini dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku. Kemudian diharapkan juga kepada masyarakat agar mendukung program ini supaya memberikan energi positif dikalangan masyarakat dengan tetap diawasi dan dievaluasi bersama agar kinerjanya bisa berjalan dengan lancar.

Perlunya inisiatif dari kita semua untuk menjalankan protokol kesehatan menjadi salah satu hal yag wajib di iringi dengan penggunaan vaksin yang ada,agar segala sesuatu mengenai pandemic ini bisa kita atasi secara bersamaan.

“Kemudian sosialisasi juga harus tetap kita lakukan untuk pencegahan dan pendeteksian dini supaya covid19 ini bisa di lawan dengan melakukan treatment yang bagus untuk menghindari virus ini,” ucap Hendra.

Kemudain dilanjutkan oleh narasumber dari Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam PB HMI saudara Repil Ansen, beliau menjelaskan ketika vaksinasi menjadi kebijakan maka hal ini harus tersosialisasikan dengan benar kepada masyarakat.

“Oleh karena itu program sosialisasi ini harus bisa tersebar ke pelosok sampai daerah diluar sana. Dukungan sosialisasi ini merupakan agenda penting yang harus dilakukan agar bisa terealisasi dengan efektif,” tutur Repil.

Adanya vaksin merupakan hal yang harus kita syukuri meskipun ada saja berbagai opini yang meyudutkan terkait vaksin ini.

Padahal pemerintah sudah menyatakan bahwasannya  vaksin ini merupakan produk aman dan halal.proses vaksinasi sudah di lakukan dari sekarang hingga beberapa bulan kedepan untuk memvaksinasi masyarakat indonesia.

“Untuk itu dengan adanya sosialisasi ini diharapkan bisa menjadi harapan untuk masyarakat kita agar menjadi pemicu hidup yang baru. Pemerataan fasilitas kesehatan harus diperbaiki seiring dengan program vaksinasi yang akan kita lakukan,hal ini bertujuan supaya dengan adanya sosialisasi ini diharapkan bisa menjadi perhatian kita bersama akan vaksin itu sendiri. Pemimpin kita sudah ikut melakukan vaksinasi dengan menjadi relawan pertama untuk memberikan kepercayaan bahwasannya vaksin ini aman untuk kita semua.” Tegas narasumber dari Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam PB HMI Repil Ansen.

Editor  : Noval Verdian

Komentar