oleh

Diduga Korwil Wertamrian Bersikap Premanisme Terhadap Sekolah SD NK 2 St. Aloysius Lorulun

Saumlaki, Kabarsulsel-indonesia.com – Diduga terjadi lagi pungutan liar yang di lakukan oleh oknum pegawai Korwil Wertamrian, Viator Lamere, S.Pd. Hal ini dipicu dari surat yang di layangkan Camat Wertamrian kepada Kepala Sekolah, Saumlaki, 21/09/2022.

Pasalnya, di dalam surat pemberitahuan tersebut, ditujukan Kepada Sekolah dalam bentuk undangan yang hanya melibatkan Kepala Sekolah, namun atas desakan koordinator wilayah agar semua dewan guru SD Nk 2 St. Aloysius Lorulung untuk turut menghadirkan pertemuan dimaksud,

Atas desakan tersebut, Kepala Sekolah tidak bersedia, karena di dalam surat tersebut di khusus kepada Kepsek bukan kepada dewan guru secara keseluruhan. Dan di dalam perbicangan tersebut, Kepala Korwil menanyakan kepada Kepsek bahwa, “bendahara ada atau tidak ?, namun kepsek sampaikan bahwa bendaharanya ada di sekolah, maka Korwil menyampaikan bahwa bilang bendahara untuk berikan uang kepada Korwil, namun Kepsek sampaikan bahwa mereka tidak punya uang mengingat kondisinya keuangan daerah lagi dalam situasi krisis, namun Korwil tersebut memaksakan agar harus diberikan uang kepada dirinya selaku koordinator wilayah untuk biaya transportasi”, kesal sumber yang tidak mau namanya disebutkan di dalam berita ini,

Menurut sumber , akibat pihak sekolah tidak memberikan uang transportasi kepada dirinya, maka Korwil menyampaikan kepada Sekertaris Kecamatan (Sekcam) untuk memperintahkan semua guru untuk mengikuti pertemuan dimaksud, dan akibat desakan tersebut maka semua guru pun terlibat dalam pertemuan, kesalnya.

Yang lebih disesalkan adalah tepat dimasa saat ini Siswa Siswi sedang melaksanakan kegiatan ulangan tenga semester namun akibat dari desaka korwil namun dewan guru pun memulangkan Siswa Siswi sehingga tidak melaksanakan ulangan tersebut,

Sangat disayangkan, pimpinan Koordinator Wilayah bidang pendidikan memiliki karakter premanisme dengan cara yang tidak rasional, maka diharapkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, agar segera memberhentikan Korwil tersebut, karena yang bersangkutan telah berada pada masa pensiun sehingga tidak layak lagi dipertahankan.

(Saily)

Komentar

Berita Lainnya