Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Yayasan Lentera Henggi Fakfak kembali menegaskan posisinya sebagai mitra masyarakat akar rumput. Di tengah realitas ekonomi yang masih menekan sebagian warga, yayasan ini menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi senilai Rp235 juta, menyasar langsung sektor-sektor paling rentan: usaha kecil, kesehatan, dan nelayan.
Bantuan tersebut dibagi ke dalam tiga program utama. Bantuan Modal Usaha Kecil sebesar Rp75 juta disalurkan kepada 15 pelaku usaha kecil, masing-masing menerima Rp5 juta. Dana ini diharapkan menjadi napas baru bagi usaha mikro yang selama ini bertahan dengan modal terbatas.
Pada sektor kesehatan, Rp60 juta dialokasikan untuk 20 warga kurang mampu guna membantu biaya pengobatan. Setiap penerima memperoleh Rp3 juta, sebuah angka yang bagi sebagian warga menjadi penentu antara berobat atau menunda kesembuhan.
Sementara itu, sektor kelautan—yang menjadi denyut hidup masyarakat pesisir Fakfak—mendapat porsi terbesar. Bantuan Sarana Nelayan sebesar Rp100 juta disalurkan kepada 10 kelompok nelayan, masing-masing dalam bentuk alat tangkap dan sarana produksi senilai Rp10 juta per kelompok. Bantuan ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan.

Ketua Yayasan Lentera Henggi Fakfak, Amirudin Tuturop, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar kegiatan amal sesaat. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk membangun kemandirian masyarakat.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya menerima, lalu selesai. Bantuan ini kami rancang agar menjadi pemantik. Modal usaha harus berputar, alat nelayan harus meningkatkan hasil tangkapan, dan bantuan kesehatan harus mengembalikan produktivitas warga,” ujar Amirudin.
Ia menambahkan, Yayasan Lentera Henggi Fakfak percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari kebutuhan paling dasar masyarakat.
“Ketika usaha kecil kuat, nelayan berdaya, dan masyarakat sehat, maka daerah ini akan bergerak dengan sendirinya. Inilah bentuk tanggung jawab sosial yang kami yakini,” katanya.
Program bantuan ini disambut positif oleh para penerima. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar nilai rupiah, melainkan bentuk kehadiran dan kepedulian nyata di tengah keterbatasan.
Langkah Yayasan Lentera Henggi Fakfak menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu lahir dari proyek-proyek besar. Ia bisa tumbuh dari sentuhan langsung kepada rakyat—dari lapak kecil di sudut kota, dari ruang perawatan sederhana, hingga dari perahu nelayan yang kembali melaut dengan harapan baru.








Komentar