Wilson M. Hegemur Dorong Pelestarian Budaya Fakfak, Kunjungi Sanggar Tari Tomandin dan Pantau Seleksi DPRP di Tengah Reses

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Dalam agenda Reses Triwulan III tahun 2024, Anggota Majelis Rakyat Papua Barat, Wilson M. Hegemur, S.T., yang akrab disapa Willy, melakukan kunjungan ke Sanggar Tari Tomandin Fakfak pada Senin, 26 Agustus 2024.

Bertempat di Kampung Lusi Peri Kompleks Misi Dalam, kunjungan ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat setempat.

Willy tiba bersama istrinya, Heatty Rahakbauw, dan disambut hangat dengan tabuhan tifa dan gong, serta nyanyian adat khas Fakfak yang dilantunkan oleh anak-anak Sanggar Tari Tomandin.

Sebagai bentuk penghormatan, Willy juga dianugerahi mahkota adat yang disematkan langsung oleh Pimpinan Sanggar Tari Tomandin, Fredy Warpopor.

Dalam keterangannya kepada media, Willy menjelaskan bahwa kunjungannya ke sanggar ini merupakan bagian dari tugas resesnya sejak dilantik sebagai Anggota Majelis Rakyat Papua Barat.

Selain itu, ia juga memiliki mandat khusus dari Lembaga MRP Papua Barat untuk memantau proses seleksi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) jalur pengangkatan di Kabupaten Fakfak.

Willy mengungkapkan apresiasinya terhadap Sanggar Tari Tomandin yang telah berperan penting dalam mendidik anak-anak Mbaham Matta untuk mengenal seni dan budaya lokal, serta mempertahankan tradisi melalui pakaian adat dan pernak-perniknya.

Ia juga mengakui bahwa banyak masukan dan harapan yang diterimanya dari pimpinan sanggar, yang akan ia tindaklanjuti melalui saluran-saluran yang tepat, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Lebih lanjut, Willy berkomitmen untuk mendorong alokasi Dana Otsus agar dapat dimanfaatkan untuk pelestarian budaya dan pengembangannya, sehingga tepat sasaran dalam penggunaannya.

Pimpinan Sanggar Tari Tomandin, Fredy Warpopor, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa sanggar ini didirikan pada tahun 2017 dan memperoleh legalitas kelembagaan pada tahun 2019.

Ia mengungkapkan bahwa sanggar ini lahir dari keprihatinan terhadap perilaku generasi muda yang terpengaruh oleh budaya luar, sehingga tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan budaya lokal dan menampilkannya dalam berbagai iven, baik di lingkup gereja maupun pemerintahan.

Fredy berharap pemerintah daerah dan lembaga-lembaga terkait dapat memberikan dukungan lebih kepada Sanggar Tari Tomandin, sehingga bakat dan kemampuan mereka dapat ditampilkan di panggung yang lebih luas, baik secara nasional maupun internasional.

Komentar