Trenggalek, Kabar SulSel Indonesia. STKIP PGRI Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset dan memperluas jaringan akademik internasional melalui keterlibatan aktif pada International Conference of Education Issues (ICEI) 2, yang diinisiasi dan digelar oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Jawa Tengah secara hybrid, Kamis 20 November 2025 kemarin. Pada konferensi internasional ini, STKIP PGRI Trenggalek berperan sebagai co-host dan mengirimkan 10 pemakalah serta 5 peserta untuk berpartisipasi dalam forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan akademisi dari berbagai negara.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen STKIP PGRI Trenggalek dari 5 program studi mempresentasikan hasil penelitiannya. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diwakili oleh Muhammad Irwawan S., M.Pd. dan Syafira Putri Ramadhani, M.Psi., Psikolog. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengutus Irma Arifah, M.Pd. serta Dr. Bangkit Adi Swasono, M.Pd.. Selanjutnya, dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris hadir Dwi Putri Hartiningsari, M.Pd. dan Wawan Prasetyo, M.Pd.. Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi mengirimkan Junian Cahyanto Wibawa, M.Kes., AIFO. dan Vega Mareta Sceisarriya, M.Pd., sedangkan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar diwakili oleh Intan Susetyo Kusumo Wardhani, S.Pd., M.Pd. dan Lataniya Fie Dzikry, M.Psi.
Selain pemaparan ilmiah, pada momentum konferensi internasional ini juga dilakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) untuk memperluas kemitraan akademik, antara STKIP PGRI Trenggalek dengan 12 perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri. MoU tersebut dilakukan bersama INTI University of Malaysia, Universitas Veteran Bangun Nusantara Surakarta, Institut Teknologi Muhammadiyah Sumatera, Tiga Serangkai University, Universitas Islam Jakarta, Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Muhammadiyah Karanganyar, Universitas Ngudi Waluyo, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara, Universitas Muhammadiyah Palopo Sulawesi Selatan, dan Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan Sumatera Utara. Kerja sama ini menandai upaya strategis kampus dalam memperluas jejaring riset, publikasi, dan program akademik lintas negara dan lintas institusi.
Pada kesempatan yang sama, STKIP PGRI Trenggalek juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dan sejumlah 5 Implementation of Arrangement (IA) dengan Universitas Veteran Bangun Nusantara Surakarta, selaku host utama ICEI 2. Penandatanganan MoA dan IA ini mengukuhkan bentuk kerja sama yang lebih implementatif dalam kerja sama dalam Tridharma Perguruan Tinggi.
Ketua STKIP PGRI Trenggalek, Dr. Dwi Kuncorowati, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada para dosen yang terlibat dalam kegiatan internasional ini. Beliau menegaskan:
“Keikutsertaan STKIP PGRI Trenggalek dalam ICEI-2 bukan hanya menunjukkan kapasitas akademik, tetapi juga memperluas ruang gerak kolaborasi institusi di tingkat global. Terima kasih Bapak dan Ibu Dosen yang telah menjadi Pemakalah maupun Peserta dari Kampus Pudaya pada ICEI-2. Satu poin kegiatan internasional. Maju bersama, semua bergerak memberi dampak demi kemajuan Kampus Pudaya (Profesional, Unggul, dan Berbudaya).”
Melalui partisipasi dan kolaborasi internasional ini, STKIP PGRI Trenggalek semakin memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan secara global. Keterlibatan ini diharapkan melahirkan peluang kolaboratif yang lebih luas dan memberikan dampak positif bagi pengembangan mutu akademik kampus.
(Zaenab)








Komentar