Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Provinsi Maluku H.M.Rusydi Latuconsina,S.Ag mewakili Kakanwil Kemenag Maluku menghadiri Doa Lintas Agama dalam Rangka Perarakan Arca Kristus Raja Alam Semesta yang berlokasi di Gong Perdamaian Sabtu (22/11/2025).
Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Maluku Abdulah Vanath, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, Dankoderal IX/Ambon, Walikota Ambon, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Pejabat Eselon III kemenag Maluku, Pimpinan Gereja Katolik, Dewan Pastoral.
Kakanwil Kemenag Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Latuconsina mengatakan bahwa, Tema yang diusung dalam acara ini adalah,” Melalui Kegiatan Perarakan Arca kristus Raja Alam Semesta, Mari Kita Wujudkan Kota Ambon, Maluku dan Indonesia Pung Baik ini, adalah panggilan bagi kita semua untuk meningkatkan integrasi dan harmoni diantara umat beragama.
Menurut Kakanwil Kemenag, Perayaan ini bukan sekedar ritual tetapi sebuah langkah konkrit dalam memperdalam iman kita.
Keberadaan Kristus sebagai Raja Alam Semesta mengajak kita untuk menjadikannya pusat dari segala aktivitas kita serta menjadikan nilai-nilai kehidupan sebagai pedoman dalam berintegrasi, berinteraksi dengan sesama.
Kita hidup ditengah masyarakat yang beragam agama, suku dan budaya oleh karena itu ketika kita untuk wujudkan nilai moderasi dan kerukunan antar umat beragama melalui ini kita diharapkan untuk membangun mental dan spiritual umat serta menciptakan suasana yang saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Perayaan ini memiliki tujuan yang sangat mulia,
1.kita ingin memperdalam iman umat.
Iman yang kokoh adalah pondasi yang memilih kita untuk hidup sesuai dengan ajaran tuhan dan belas kasih serta kedamaian bagi lingkungan sekitar kita.
2.kita hadir di sini untuk mempererat tali persaudaraan.
Dalam keberagaman kita di ingatkan akan pentingnya saling mengenal, menghargai dan mendukung satu sama lain. Modal sosial yang kuat akan membangun keharmonisan di tengah masyarakat dan menjadikan kita satu keluarga besar.
3. Dalam semangat moderasi mari kita wujudkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.
Moderasi mengajarkan kita untuk berpikir arif dalam menghadapi perbedaan dan memilih jalan damai dalam setiap perdebatan. Sikap ini akan memperkuat kerukunan antar umat beragama di kota Ambon dan Provinsi Maluku yang kita cintai ini, urai Latuconsina.
Selain itu kegiatan ini dapat membangun mental dan spiritual sebagai warga Negara. Setiap tindakan dan keputusan harus didasari oleh nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.
“Mari kita jadi panutan bagi generasi mendatang menyebarkan kebaikan dan keadilan serta membangun lingkungan yang positif,ujar Latuconsina.
Melanjutkan sambutannya Latuconsina juga mengajak seluruh umat katolik untuk menjadikan momen ini sebagai sarana untuk memperkuat komitmen kita terhadap persatuan dan kesatuan.
“Mari kita jaga hubungan baik antar sesama tidak hanya di dalam gereja tetapi juga dengan komponen masyarakat lainnya dengan semangat terbuka dan saling pengertian kita bisa membangun kota ambon dan Provinsi Maluku yang lebih harmonis dan beradab,” harapnya.
Latuconsina juga mengajak untuk mendoakan dan mendukung kegiatan ini agar perarakan ini berjalan dengan lancar dan memberikan berkah bagi kita semua serta mendorong kita untuk terus melayani Tuhan dan sesama.
“Semoga Tuhan selalu membimbing dan menyertai langkah kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
(M.N)








Komentar