oleh

Sekolah SMAN 3 Lahusa Minta Pihak Polres Nias Selatan Tindak Tegas Oknum Yang Mengancam Kepala Sekolah

KabarSulselIndonesia (Nias Selatan)

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Lahusa kecamatan Lahusa kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, kini terjadi beberapa kali di Palang jalan masuk di gedung sekolah yang dilakukan oleh oknum Arobadano bulolo ungkap Kepala Sekolah kepada awak media Sabtu, (13/11/2021).

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Lahusa Nursia Harefa, S.Pd tuturnya kepada awak media, “Kami semenjak beberapa tahun ini mengalami gangguan tidak bisa sering masuk sekolah akibat perbuatan ulah oknum Arobadano bulolo yang selalu menghalangi kegiatan proses belajar mengajar di tempat sekolah kami ini. Dimana pertama kali oknum melakukan pemasangan palang dijalan masuk sekolah dan melakukan penanaman pisang dihalaman sekolah sehingga terjadi kurang konsentrasi guru dan juga siswa saat itu pada tahun 2019 dengan tujuan oknum tersebut untuk minta ganti rugi atas hibah tanahnya di sekolah ini.”

Pihak sekolah menanggapi dengan baik permintaan oknum dengan cara menyelesaikan masalah ini di kantor Polsek Lahusa, dengan diberikan uang secukupnya perdamaian kepada oknum tersebut dari pihak sekolah, dan sambil membuat surat perjanjian di pihak sekolah maupun Polsek Lahusa diatas kertas putih, tidak mengulangi perbuatannya yang sama atas perjanjian dalam surat itu, isi dari perjanjian itu bila mana mengulangi perbuatannya yang sama siap di Tutut di hadapan hukum yang berlaku. Di buat surat perjanjian pada hari jumat, tgl 01 November 2019.

Lanjut Kepala Sekolah, “berjalan beberapa bulan kemudian kegiatan belajar mengajar di sekolah oknum mencoba lagi mengulangi perbuatannya yang sama di pihak sekolah kami, sehingga pihak sekolah terganggu atas perbuatannya yang slalu menghalangi masuk di gedung sekolah ini,” ucapnya.

Lebih jelas Kepala Sekolah kepada awak media lagi, “kami sebagai guru bersama Kepala Desa Lahusa bersama-sama membuka palang yang di pasang oleh oknum di sekolah tersebut pada tgl 22 Oktober 2021 untuk bisa kami lakukan aktivitas sistem belajar seperti biasanya kepada siswa-siswi kami lagi.”

“Ternyata tidak lama kemudian beberapa hari oknum dari anak Arobadano bulolo yang bernama November bulolo dan Otonieli bulolo melakukan perusakan papan nama sekolah dengan tiba-tiba saat itu yang disaksikan oleh beberapa orang yang berada dilikungan sekolah ini” Lanjut kepsek Nursia.

“Atas kejadian ini pihak sekolah beberapa kali disampaikan dan melaporkan kejadian itu di Polsek Kecamatan Lahusa, tetapi belum juga ada tanggapan serius dari pihak keamanan polsek” pungkasnya.

Pada saat kami lakukan proses belajar mengajar dilikungan sekolah pada tgl 28 September, tiba tiba oknum Arobadano bulolo bersama anak laki-laki nya dan keluarganya melakukan pengancaman terhadap diri saya sambil membawa alat Bambu sekaligus mengeluarkan kata-kata kotor dan memaki saya sehingga saya sampai jatuh ketanah karena akibat di kejar oleh mereka. Sehingga tidak terjadi perkelahian antara kami kedua belah pihak karena sudah di lerai oleh Bapak Ibu guru saat itu.

“Saya sebagai kepala sekolah SMA Negeri 3 Lahusa telah melaporkan hal kejadian ini di polres Nias Selatan untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia,” Ungkap Kepsek Nursia Harefa.

“Dan saya sebagai Kepala Sekolah dan juga sebagai korban pengancaman dalam masalah ini berharap pihak polres Nias Selatan melakukan penyelidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” harapnya.

Lanjut Ngeluh Kepala Sekolah tuturnya, “Saya saat ini lagi terus trauma bila tiap hari masuk dilingkungan sekolah tempat tugas saya, di karenakan akibat oknum masih berkeliaran dilingkungan sekolah kami. Semoga polres Nias cepat memproses kasus ini demi keamanan kami,” tutupnya.

Salah satu siswa SMA Negeri 3 Lahusa saat awak media jumpai konfirmasi di gedung sekolah, Gustaf hulu ungkapnya. “Saya dan teman-teman saya saat itu terkejut mendengarkan perkataan kotor dan makian dari bapak Arobadano bulolo bersama anak laki-laki nya dan keluarganya perempuan yang mengatakan awas kau kuhajar kau babi anjing sambil membawa bambu saat itu, kami pun siswa saat itu ketakutan dan trauma karena mereka beberapa orang yang mencoba melakukan pemukulan terhadap Kepala Sekolah, tetapi karena ada Bapak Ibu guru saat untuk melerai Bapak Arobadano bersama keluarganya sehingga tidak sempat terjadi pemukulan terhadap Ibu Kepala Sekolah sekolah (Nursia Harefa).

Lanjutnya lagi, “kami pun selama ini merasa terganggu melakukan aktivitas proses belajar mengajar tiap hari di gedung sekolah kami ini, karena banyak di penuhi kotoran manusia yang ada di atas meja maupun di bangku kursi yang ada di gedung sekolah kami ini, kami tidak tahu siapa pelakunya yang melakukan perbuatan yang tidak wajar itu.”

Kami sebagai siswa SMA Negeri 3 Lahusa meminta kepada ketua Komite dan Kepala Sekolah untuk memilih yang baru penjagaan sekolah ini agar bisa terawat tutupnya.

Saat awak media konfirmasi kepada guru sekolah SMAN 3 Lahusa mengenai kejadian tersebut, ungkap Artinus hulu, “iya pak, kami saat itu berada dilingkungan sekolah sehingga tiba tiba Arobadano bulolo bersama anak laki-laki nya dan juga keluarga nya perempuan yang membawa bambu mencoba menyerang Ibu Kepala Sekolah Nursia Harefa sambil memaki dan mengeluarkan kata-kata kotor yang tak wajar seharusnya didengarkan oleh siswa yang banyak saat itu. Mungkin kalau tidak sempat kami lerai keluarga Arobadano bulolo saat itu intah apa yg terjadi saat itu” pungkasnya.

“Kami sebagai guru sekolah SMAN 3 Lahusa meminta dan memohon kepada Penegak hukum Polres Nias Selatan untuk secepatnya menuntaskan masalah ini, jangan sempat terjadi apa-apa terhadap kami di sekolah ini karena masalah ini sebenarnya sudah pernah di tangani oleh pihak Polsek Lahusa pada saat penyelesaian penyerahan hibah tanah ini” tutupnya. (KORWIL SUMUT-Alex/Martaf)

 

Komentar

Berita Lainnya