oleh

Sejak Dana Desa Termin ke-2 Cair, Kades Ndaso Tak Pernah Tampak Lagi di Kantor Desa

KabarSulselIndonesia (Nias Selatan)

Kepala Desa Ndaso, Yaduhu Dakhi Kecamatan Hilimaenamolo, Kabupaten Nias Selatan menjadi perbincangan warganya. Pasalnya, sudah sebulan ini dia tak tampak berkantor.

Tak kunjung munculnya sang Kades ke kantor desa diamini Sekretaris Desa, Restu Mart Dakhi saat beberapa wartawan melakukan konfirmasi di Kantor Desa Ndaso Hilisimaetano Kecamatan Hilimaenamolo, Kabupaten Nias Selatan, Selasa, (23/11/2021) sekira pukul 10.28 Wib.

“Iya benar, sudah sebulan lebih Kades tidak pernah berkantor hingga sekarang tanpa memberitahu kepada kami dan juga meninggalkan mandat,” ungkap Sekdes didampingi perangkat desa lainnya.

Lanjutnya, Sekdes mengatakan “bahwa terkait dengan pelayanan terhadap masyarakat, contohnya di Kantor Camat bila ada rapat dalam bentuk pertemuan mereka tetap menghadirinya, dan demikian juga dengan ditingkat Kabupaten perangkat desa yang mewakili.

“Kemarin kami telah melaksanakan musyawarah desa, dalam hal permintaan PLH Kepala Desa melalui Camat Maniamolo, sebab kami terbengkalai di anggaran dana desa. Dana Desa kami tidak dapat ditarik (tidak cair) akibat kekosongan jabatan Kepala Desa Ndaso Hilisimaetano,” ucapnya.

Kemudian, Sekdes Ndaso Hilisimaetano mengatakan “bahwa per 31 Desember 2021 ini tutup buku, jadi bisa saja desa dapat kena penalti, tentunya ini kerugian besar bagi desa atas ketidakberesan administrasi akan berdampak negatif pada regulasi Dana Desa (DD) tahun berikutnya.”

“Saya berserta aparat desa Ndaso Hilisimaetano memohon dan berharap kepada Camat Maniamolo supaya segera di pilih PLH Kepala Desa kami,” harapnya.

Di tempat yang berbeda, Camat Maniamolo melalui Kasi Pemerintahan, Yansen Dakhi kepada wartawan menyampaikan bahwa surat hasil musyawarah aparat desa, BPD dan masyarakat Desa Ndaso Hilisimaetano sudah diterima pihak kecamatan terkait laporan atau pengaduan masyarakat atas ketidakhadiran Kades Ndaso Hilisimaetano ke kantor desa.

“Atas laporan maupun pengaduan masyarakat dan anggota BPD maupun Tokoh Masyarakat Desa tersebut, kami merespon cepat dengan mengirimkan surat ke Kabupaten melalui Kabag Hukum dalam hal permintaan PLH Kepala Desa Ndaso Hilisimaetano, tetapi hingga sekarang belum ada jawaban dari tingkat Kabupaten,” ujarnya.

“Camat Maniamolo melalui Kasi Pemerintahan tetap mendukung hasil musyawarah aparat desa, BPD dan masyarakat Desa Ndaso Hilisimaetano Kecamatan Hilimaenamolo, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Desa dengan menyiapkan PLH, agar roda pemerintahan desa dapat berjalan seperti biasa,” imbuhnya.

Yansen menambahkan, secara teori maupun informasi dari Kaur Keuangan telah membuat laporan atau pernyataan kronologis secara tertulis, bahwa sepulang penarikan dari Bank BRI, dana desa itu dikemanakan? Pernyataan Kaur Keuangan sebagaimana dalam pernyataan itu bahwasanya sudah diserahkan kepada Kades, atas permintaan Kepala Desa itu sendiri.

“Jadi, terkait nanti bagaimana penerapan benar atau tidaknya, karena dalam hal itu kita tidak punya sertifikasi untuk itu. Tentunya pihak inspektorat sebagai auditor yang memberikan statement,” ungkapnya.

Dana Desa Termin ke II (dua) melalui pernyataan Kaur Keuangan Desa Ndaso Hilisimaetano yang di sampaikan secara tertulis kepada pihak kecamatan Maniamolo bahwa Dana Desa (DD) sebesar Dua Ratus juta lebih telah di tarik di Bank BRI.

Selanjutnya uang tersebut telah di ambil paksa di tangan kaur keuangan, hingga berita ini dirilis keberadaan kades Ndaso Hilisimaetano tidak di ketahui,” jelasnya. (Martaf)

Komentar

Berita Lainnya