Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus menggenjot kontribusi sub-sektor pala Tomandin demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga akhir Juni 2025, penerimaan retribusi dari komoditas pala tomandin tercatat menembus Rp 205.407.500.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T mengatakan capaian ini diperoleh hanya dalam dua bulan terakhir, yakni Mei hingga Juni 2025. Nilai tersebut dihimpun berdasarkan rekap Surat Tanda Setoran (STS) resmi dari pelaku usaha grosir perdagangan antar pulau.
“Volume perdagangan pala tomandin yang tercatat mencapai 619,45 ton. Ini meliputi berbagai bentuk produk seperti fuly pala, pala kulit, hingga pala ketok,” ujar Widhi kepada media, Senin (1/7).
Pala Tomandin Fakfak memang dikenal memiliki kualitas premium, sehingga menjadi salah satu rempah ekspor unggulan.
Namun, menurut Widhi, potensi besar itu harus terus dioptimalkan lewat perbaikan mutu dan pengelolaan rantai pasok agar berdampak langsung pada peningkatan PAD.
“Kami ingin tidak hanya kuantitas yang naik, tapi juga kualitasnya makin baik sehingga daya saing pala Fakfak semakin kuat di pasar nasional dan ekspor,” katanya.
Ia menambahkan, meski musim panen pala telah berakhir, peluang tambahan penerimaan retribusi pada Juli 2025 tetap terbuka. Hal itu disebabkan masih adanya stok sisa di tangan para pedagang yang diperkirakan cukup untuk memenuhi permintaan pasar.
Dinas Perkebunan, kata Widhi, akan terus memantau proses distribusi guna memastikan kelancaran pengiriman, kepatuhan pada regulasi, serta akurasi setoran retribusi.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dan kepatuhan para pelaku usaha dalam mendukung pendapatan daerah.
“Retribusi ini sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah serta pemberdayaan pekebun pala lokal. Kami berharap ke depan penerimaannya terus meningkat seiring dengan pengelolaan yang lebih baik,” ujarnya.
Kabupaten Fakfak selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pala berkualitas di Tanah Papua. Pemerintah daerah menargetkan pengelolaan yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi untuk menjadikan pala sebagai komoditas andalan yang menopang perekonomian masyarakat dan keuangan daerah.








Komentar