Pin Emas Sebagai Inovasi DP3AKB Untuk Peningkatan Peran Serta Masyarakat Mendukung Kota Balikpapan Menuju Kota Layak Anak

Daerah327 views

KSI, Balikpapan – Kegiatan peningkatan peran serta masyarakat kader Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) digelar di Kantor DP3AKB, yang dihadiri oleh 34 PPATBM Se Kota Balikpapan , Sabtu (20/8/22) pagi.

Kegiatan ini dikatakan Alwiati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, sebagai salah satu inovasi untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat .

Karena anak adalah bagian dari keluarga menuju tahun Emas 2045 buat Indonesia, artinya tahun itu tahun generasi emas unggul mandiri dan berdaya saing tinggi ,per masalahan kita saat ini masih terjebak di urusan kemiskinan , stunting , pola asuh ,napza , penggunaan gadget yg kurang terkontrol ,pernikahan di bawah umur, sarana ruang bermain anak yang terbatas , dan kasus anak putus sekolah.

Lebih detail Alwiati jabarkan berdasarkan data yg kami peroleh dari capil Balikpapan jumlah penduduk kota Balikpapan 718 423 jiwa , jumlah anak 119 440 jiwa’ dari data ini bahwa usia produktif harapan dimasa depan di kota Balikpapan , selebihnya adalah anak penerus masa depan kita .

Sedangkan hak hak anak yang menjadi persyaratan seperti kartu identitas anak , sebagai identitas anak jgn sampai tidak mendapatkan pengakuan itu anak kita, atau tidak ada pengakuan sebagai anak, penertiban akte kelahiran cukup tinggi dan anak putus sekolah sebanyak 898 masih cukup tinggi, salah satu solusi ikut program Pendidikan Non Formal kelompok belajar paket A,B dan C

Lanjut Alwiati bahwa hasil diskusi dengan Departemen Agama kota Balikpapan pada semester pertama sekitar 55 pasangan yang diberi dispensasi nikah dibawah umur , ini merupakan masalah bersama kita perlu dipikirkan , bangaimana meningkatkan kemandirian , pola pikir dan pola asuh buat Anaknya kelak nanti.

Secara statistik 40 kasus terbanyak Balikpapan Selatan dan utara kekerasan seksual masing masing 9 kasus Ini yang perlu ditindaklanjuti sudah sejauh mana program pendampingan yang di lakukan oleh PPATBM, karena untuk menjadi kota layak anak ada beberapa indikator yang termasuk antara lain kota hijau ,kota cerdas, kota aman bencana, kota sehat, kota inklusi dan kota peduli HAM.

Untuk mencapai hal tersebut saya mengajak para kader PPATBM untuk melakukan hal yang terbaik sebagai rasa peduli dan tanggung jawab bersama untuk menggapai PIN EMAS sebagai inovasi , untuk mencapai hal tersebut diatas maka
dibutuhkan koordinasi, kolaborasi dan sinkronisasi dari 6 elemen antara lain pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, Dunia Usaha, media massa dan Forum Anak menutup pembicaraan. (Rusdan).

Komentar