Pilkada 2024 di Kabupaten Fakfak: Penetapan 216 TPS dan Perubahan Jumlah Pemilih

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Pada sore yang cerah di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Fakfak, suasana begitu hangat dengan kehadiran para wartawan yang ingin mengetahui persiapan Pilkada 2024.

Ketua KPU Kabupaten Fakfak, Hendra J C Talla, S.H, dengan senyuman ramahnya, menyampaikan informasi penting terkait jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Fakfak yang akan digelar pada Rabu, 27 November mendatang.

“Untuk TPS yang sudah kami putuskan berjumlah 214 TPS. Namun dalam perkembangan, ada penambahan 2 TPS. 1 TPS di LAPAS dan sesuai hasil monitoring dan supervisi kami, maka di Pulau Panjang akan ada 1 TPS. Jadi total jumlah seluruh TPS untuk Pilkada nanti sebanyak 216 TPS,” jelas Hendra kepada para wartawan dengan nada tegas namun penuh kehangatan.

Jumlah TPS yang ditetapkan tahun ini ternyata lebih sedikit dibandingkan dengan Pilkada 2020 silam yang mencapai 253 TPS.

Namun, penurunan jumlah TPS ini tidak mengurangi semangat KPU Kabupaten Fakfak dalam menyelenggarakan pemilu yang adil dan transparan.

Selain jumlah TPS, Hendra juga menyinggung perubahan jumlah pemilih per TPS yang kini mencapai 600 pemilih, berbeda dengan pemilu sebelumnya yang hanya 300 pemilih per TPS.

“Kalau jumlah pemilih per TPS ada perbedaan antara pemilu dan pilkada. Kalau pemilu, jumlah pemilih per TPS 300 pemilih, sedangkan untuk pilkada nanti, per TPS jumlah pemilih menjadi maksimal 600 pemilih setiap TPS,” ungkapnya.

Saat ditanya tentang jumlah pemilih, Hendra mengungkapkan adanya peningkatan jumlah pemilih pada Pilkada nanti, seiring dengan kenaikan jumlah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Dukcapil ke KPU RI dan diserahkan secara berjenjang.

Jumlah DP4 kini mencapai 59.922 pemilih, naik dari 58.346 pemilih pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres dan Pileg.

“Data Dukcapil (DP4) sebanyak 59.922 yang digunakan untuk coklit merupakan data dari Kemendagri melalui Dirjen Dukcapil yang diserahkan melalui KPU RI dan selanjutnya sampai di tingkat Kabupaten. Data tersebut saat di coklit, ditemukan ada pemilih yang meninggal dunia, ada pemilih pemula yang bukan saja anak-anak SMA yang beranjak pada usia 17 atau 18 tahun namun TNI dan Polri yang sudah masuk masa pensiun juga termasuk pemilih pemula. Kenapa, karena mereka baru menggunakan haknya untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati,” tandas Hendra dengan penuh keyakinan.

Persiapan yang matang dari KPU Kabupaten Fakfak diharapkan dapat memastikan proses Pilkada 2024 berjalan lancar dan sukses, dengan partisipasi yang tinggi dari masyarakat.

Semangat untuk demokrasi yang lebih baik tampak begitu kental di setiap langkah yang diambil oleh Hendra dan timnya. Fakfak siap menyongsong hari pemilihan dengan penuh antusiasme dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.

Komentar