Komisi IV DPRD Maluku Panggil Mitra Terkait Untuk Sampaikan Program-program Kegiatan Di SBT

Ambon, Daerah, Maluku, NEWS258 views

Ambon, Kabarsulsel-Indonesia.com | Komisi IV DPRD Provinsi Maluku menggelar Rapat Komisi dengan Mitra dalam Rangka Pengawasan Tahap kedua. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV Rofik Afifudin, kepada wartawan di ruangan komisi IV kantor DPRD Maluku, Selasa 14/5/2024. Hari Kamis kita ke SBT melakukan pengawasan disana, dan teman-teman mitra dipanggil untuk menyampaikan program-programnya yang ada di sana, tidak banyak hanya Dinas Pendidikan, lalu ada Kesra dan Dinas Sosial.

Kita turun di situ lanjut ke SBB untuk lakukan pengawasan lagi disana. Intinya kita menjadwalkan sehingga perjalanan kita itu tidak buang-buang waktu, begitu tiba di mana Kita sesuaikan dengan program kegiatan yang ada di lokasi di mana kita tiba.

Terkait jumlah program kegiatan yang akan dilakukan ungkap Rofik, cukup banyak juga, Tahun kemarin Dinas Pendidikan daerah Gorom SBT SMK 1 di sana, Lalu APBD di Kilga Rehab Sekolah dekat dari Bandara jadi kita tiba langsung ke sana baru masuk ke SBB. Di sana kita mengawasi program kerjanya, kalau bangunannya, fisiknya sesuai dengan RAB atau tidak kwalitasnya Seperti apa, dan Kalau ada hal-hal yang belum terselesaikan kita minta segera diselesaikan, dibenahi supaya tidak menimbulkan masalah. tugas pengawasannya seperti itu saja karena masih ada waktu pemeliharaan, disetiap program itu pasti ada waktu pemeliharaan.

Kita mengharapkan, kemitraan ini di bangun lagi dengan baik supaya tugas-tugas dan fungsi-fungsi kedewanan itu bisa menemukan kimestri dengan kerja kerja di Mitra Pemerintah, karena ini Pemerintah untuk Pemerintah sehingga dalam tugas yang sama kita bisa saling membantu untuk merealisasikan semua program kegiatan yang sama-sama kita sepakati untuk kepentingan masyarakat yang ada di Maluku in, harap Rofiki.

Dikatakan Rofik, kita juga mengevaluasi, makanya tadi kami mengevaluasi beberapa hasil temuan kami Di pengawasan yang pertama di Tahun 2003 misalnya. Kemudian di Tahun 2024 setelah kami turun sudah ada pembenahan misalnya, bantuan tempat tidur yang menurut kami tahun lalu itu tidak sesuai standar, akhirnya tahun ini diperbaiki dan bisa lebih dari yang kami inginkan untuk bantuan tempat tidur.

Terkait persoalan KUBE lanjut Rofik, Tahun lalu kami temukan, setelah diberikan ke penerima lalu dibagi-bagi.
Setelah kami evaluasi KUBE ini mungkin karena satu kelompok terlalu banyak orang, kalau bisa persyaratan 5 orang satu keluarga saja agar sasaran yang kita berikan langsung tepat sasaran.

Soal bantuan di Dinas Koperasi dana bergulir dan sebagainya sebut Rofik, kami evaluasi terus karena memang kalau di Tual Maluku Tenggara dana bergulir bagus sekali, kami lihat progres usahanya naik terus, kemampuan membayar dari penerima dana bergulir juga baik karena bunganya lebih rendah dari bunga Bank, dan dia bisa menunda pembayarannya jika belum sampai lebih nyaman untuk mereka berusaha sehingga beban itu tidak terlalu mereka rasakan.

Bantuan-bantuan di Bumdes-Bumdes juga kami minta untuk di evaluasi. Tidak hanya halnya dalam kepentingan untuk merealisasikan program lalu kita berikan bantuan tanpa melihat apakah kedepannya bisa jalan dengan baik atau tidak. Kita harus mengidentifikasi apa jenis-jenis usahanya, jangan jenis-jenis usahanya itu bertabrakan dengan usaha-usaha masyarakat, bisa saja sama dengan usaha masyarakat asalkan fasilitas, kapasitas dari usaha masyarakat itu belum memenuhi kebutuhan di desa tersebut.

Contohnya, ada usaha transportasi yang hanya punya dua unit speedboat namun ternyata masyarakat membutuhkan sampai empat atau lima misalnya, Bumdes bisa masuk dengan satu atau dua. Kami berharap itu akan lebih kepada mengelola sumber daya lokal, pungkas Rofik.

Komentar