Kepala DJPb Papua Barat Tinjau Dapur MBG Yayasan Kencana Papua, Kawal Anggaran dan Dampak Ekonomi Fakfak

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | 21 Juli 2025 — Langkah kaki Moch. Abdul Kobir, S.E., S.S.T., Ak., M.Si., M.Com., Ph.D., terasa pasti ketika memasuki Dapur Pengolahan Sehat Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Kencana Papua Nusantara yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso Kabupaten Fakfak.

Dalam kunjungannya yang didampingi oleh Kepala KPPN Fakfak, Samsudin, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua Barat itu tak sekadar menyaksikan aktivitas dapur, melainkan juga membaca denyut ekonomi lokal yang bergerak di balik setiap piring makanan bergizi yang disajikan untuk pelajar Fakfak.

Di bawah asuhan Petrus Thokiman dan bekerja sama dengan Kencana Tata Boga, dapur MBG menjadi simbol kecil dari sebuah agenda besar negara: mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemenuhan gizi sejak usia dini.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kobir menegaskan bahwa fungsi utama DJPb sebagai perpanjangan tangan Kementerian Keuangan adalah menjamin tata kelola fiskal yang akuntabel dan berdampak.

“Kami ingin memastikan anggaran untuk program makanan bergizi gratis ini disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Lebih dari itu, kami juga mengkaji dampak fiskalnya, baik terhadap kesehatan siswa maupun terhadap ekonomi rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Kobir, multiplier effect dari program MBG ini sangat terasa. Selain mendongkrak gizi dan kecerdasan siswa, ia juga menggerakkan ekonomi lokal: dari petani sayur, peternak telur, hingga mitra penyedia bahan baku seperti koperasi dan BUMDes.

“Dampaknya nyata bagi perekonomian regional, termasuk di Fakfak,” tambahnya.

Namun, Kobir juga mencatat bahwa sejauh ini baru satu dapur MBG yang aktif di Fakfak.

“Harapannya, bisa berkembang menjadi empat unit untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya optimistis.

Ia juga memberi sejumlah rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas program, termasuk memperluas keterlibatan mitra lokal, membangun jaringan logistik distribusi bahan pangan, serta memfasilitasi angkutan barang agar rantai pasok tidak terputus.

“Kita butuh lebih banyak pihak lokal yang terlibat, dari ibu-ibu, anak muda, hingga para pengusaha kecil penyedia sayur, telur, dan buah. Kalau semua bisa dipenuhi dari Fakfak sendiri, itu akan luar biasa,” ujar Kobir.

Ia juga mengapresiasi kelancaran proses keuangan sejauh ini, seraya menekankan pentingnya kepastian pasokan ke depan.

“Testimoni dari mitra menyatakan pembayaran lancar. Sekarang tinggal kita perkuat rantai pasok dan logistik. Kalau itu terpenuhi, maka program ini akan menjadi contoh ideal sinergi pusat dan daerah,” ucapnya.

Kunjungan Kobir bukan sekadar inspeksi, melainkan refleksi atas bagaimana anggaran negara seharusnya bekerja: bukan hanya turun ke daerah, tetapi juga menumbuhkan daerah. Di dapur kecil ini, aroma masakan bukan sekadar gizi, melainkan juga harapan dan ekonomi yang berputar.

Kabarsulsel-Indonesia melihat bahwa program MBG ini bukan hanya tentang menyuapi anak-anak dengan makanan, tapi menyuapi negeri dengan optimisme dan kemandirian.

Komentar