Kabarsulsel-Indonesia.com. Oleh : Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kab. Maluku Tenggara, Langgur, 22 April 2026, Kegiatan Program Bakti Sosial Terintegrasi yang di inisiasi oleh Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kab. Maluku Tenggara bukanlah sekadar seremoni penyerahan bantuan. Bagi kami di Pemuda Muhammadiyah, ini adalah manifestasi dari kehadiran negara di wilayah kepulauan yang selama ini sering kali berjuang melawan keterbatasan akses.
*Bukan Sekadar “Kasih Lalu Pergi”*
Program ini menarik karena menggunakan pendekatan terintegrasi. Kita tidak lagi berbicara tentang bantuan sosial (bansos) yang bersifat sporadis atau parsial. Integrasi antara pemenuhan hak disabilitas, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal menunjukkan adanya desain kebijakan yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat Larvul Ngabal.
Program Bakti Sosial Terintegrasi ini mencakup 16 kegiatan utama, di antaranya operasi katarak gratis, khitanan massal, isbat nikah, pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran alat bantu disabilitas, hingga bantuan kewirausahaan.
Selain itu, terdapat pula layanan khusus seperti pembebasan pasung bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa, pengobatan kusta, fisioterapi, serta bantuan bagi penderita HIV/AIDS.
*Catatan Strategis Pemuda Muhammadiyah*
Dalam melihat momentum ini, ada tiga poin penting yang kami garis bawahi :
– *Akurasi Data sebagai Fondasi :* Kesuksesan program terintegrasi sangat bergantung pada validitas data. Kami mengapresiasi upaya Kemensos dan Pemda Maluku Tenggara yang mulai menyisir kantong-kantong kemiskinan ekstrem di pelosok Kei.
– *Kolaborasi Lintas Sektor :* Pemda Maluku Tenggara harus mampu menjaga keberlanjutan program ini. Kemensos memberikan stimulan, namun pemerintah daerah adalah “pemilik rumah” yang wajib memastikan dampak sosialnya bertahan lama.
– *Keadilan Akses :* Mengingat geografis kita yang terdiri dari pulau-pulau, distribusi layanan harus menyentuh hingga ke ujung Kei Besar dan wilayah terpencil lainnya, sehingga jargon “Bakti Sosial” benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.
*Panggilan untuk Pemuda*
Kami di Pemuda Muhammadiyah siap menjadi mitra kritis sekaligus strategis dalam mengawal program pembangunan di daerah ini. Bakti sosial ini adalah pemantik. Tugas selanjutnya adalah bagaimana kita, sebagai elemen sipil, memastikan bahwa bantuan yang diberikan bertransformasi menjadi kemandirian ekonomi.
Kita tidak ingin masyarakat terus-menerus menjadi objek bantuan. Kita ingin melalui Bakti Sosial Terintegrasi ini, masyarakat Maluku Tenggara naik kelas menjadi subjek pembangunan yang berdaya.
(Elang)








Komentar