Hujan Lebat dan Angin Kencang Kepung Maluku, BMKG Keluarkan Peringatan Dini hingga Tengah Malam

Langgur, Kabarsulsel-Indonesia.com | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maluku mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Kamis, 11 Desember 2025, pukul 21.00 WIT. Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut sejumlah wilayah di Maluku masih berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 00.15 WIT.

Sejumlah wilayah yang disebut berada pada fase waspada mencakup kawasan luas di Kabupaten Maluku Tenggara seperti Kei Kecil, Kei Besar, Kei Besar Selatan, Kei Besar Utara Timur, Kei Kecil Timur, Kei Kecil Barat, Manyeuw, Hoat Sorbay, hingga Kei Kecil Timur Selatan. Intensitas hujan diperkirakan meningkat dalam rentang waktu sekitar pukul 21.15 WIT.

Fenomena cuaca serupa juga berpotensi melanda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, termasuk Tanimbar Selatan, Selaru, Wer Tamrian, Tanimbar Utara, Fordata, hingga wilayah pesisir seperti Wuar Labobar dan Nirunmas. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Aru—khususnya Pulau-pulau Aru dan Aru Selatan Utara—disinyalir berada pada jalur potensi hujan lebat yang disertai peningkatan kecepatan angin.

Wilayah barat daya Provinsi Maluku tidak luput dari imbauan waspada. Kabupaten Maluku Barat Daya, termasuk Moa Lakor, Damer, Mndona Hiera, gugusan Pulau-pulau Babar, hingga Wetar dan kepulauan sekitarnya, diperkirakan mengalami kondisi atmosfer yang tidak stabil. Kota Tual, dengan Pulau Dullah Utara, Dullah Selatan, Tayando Tam, serta Kur Selatan, juga disebut berada dalam zona yang terdampak.

Slayer Peringatan Dini oleh BMKG | Foto istimewah

BMKG menambahkan bahwa potensi hujan lebat ini dapat meluas ke beberapa wilayah lain, seperti Kabupaten Maluku Tengah (Amahai, Seram Utara, Tehoru, Telutih, hingga Seram Utara Timur Kobi) serta Kabupaten Seram Bagian Timur (Werinama, Siwalalat, Teor, hingga Bula Barat). Sebagian besar kawasan di Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya turut masuk dalam proyeksi perluasan dampak cuaca ekstrem malam ini.

Cuaca tidak menentu yang melanda Maluku akhir-akhir ini terjadi akibat penguatan pola pertemuan angin, meningkatnya kelembaban udara di lapisan menengah, serta adanya pembentukan awan konvektif di beberapa titik laut dan daratan. Kondisi ini cukup umum terjadi menjelang puncak musim hujan, namun intensitasnya kali ini dinilai signifikan sehingga memerlukan kewaspadaan tambahan.

BMKG Maluku mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, atau pesisir rendah. Aktivitas pelayaran skala kecil dan transportasi laut juga disarankan memperhatikan perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

Pemerintah daerah diminta bersiap menghadapi kemungkinan gangguan aktivitas masyarakat akibat cuaca ekstrem ini, sembari memastikan jalur komunikasi dan informasi tetap dapat diakses publik dengan cepat.

Komentar