Gelombang Protes: 135 Pedagang dan Warga Muara Jekak Tolak Keras Pembangunan Indomaret

Ketapang, Kabarsulsel-Indonesia.com |  Protes keras menggema dari Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebanyak 135 perwakilan pedagang dan masyarakat telah menandatangani surat pernyataan tegas menolak pembangunan Indomaret di desa tersebut.

Mereka menilai kehadiran minimarket modern itu berpotensi mematikan usaha kecil dan menengah yang telah bertahun-tahun menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Surat pernyataan yang ditandatangani pada 27 Oktober 2024 tersebut mengungkapkan beberapa alasan utama penolakan.

Pertama, pemerintah desa dianggap tidak pernah mengadakan sosialisasi atau meminta persetujuan masyarakat, khususnya pedagang kecil.

Kedua, keberadaan Indomaret dinilai akan membuat pedagang lokal kalah bersaing karena terbatasnya modal, teknologi, dan sumber daya manusia.

Keluhan Masyarakat Meluas

Seorang warga, Suandi alias Olok, menyatakan bahwa keputusan kepala desa untuk mengizinkan pembangunan Indomaret dilakukan tanpa transparansi.

“Pemerintah desa yang sekarang seolah menutup-nutupi penggunaan PAD desa, berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya yang selalu melibatkan masyarakat dalam setiap keputusan,” ujar Suandi kepada KabarSulSel Indonesia, Rabu (27/11).

Ia menambahkan, pada masa kepala desa sebelumnya, Muara Jekak dikenal sebagai desa yang kaya dan mampu memberikan berbagai bantuan sosial kepada warganya. Namun, kini arah kebijakan berubah drastis.

“Keputusan penting seperti pembangunan Indomaret seharusnya dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan warga dan BPD, tetapi itu tidak dilakukan,” tegasnya.

Protes ini bukan sekadar lisan. Masyarakat melalui BPD telah menyampaikan surat resmi kepada kepala desa, meminta pencabutan izin pembangunan. Namun hingga kini, proses pembangunan tetap berlanjut tanpa ada tanggapan tegas dari pemerintah desa.

Peluang BUMDes dan UMKM Terabaikan

Menurut Suandi, pemerintah desa seharusnya memanfaatkan potensi besar PAD untuk mengembangkan BUMDes dan UMKM lokal.

“Program seperti ini lebih bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dibandingkan memberikan izin kepada perusahaan berskala nasional yang hanya menguntungkan pihak tertentu,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, baik pihak pemerintah desa maupun pengelola pembangunan Indomaret belum memberikan klarifikasi terkait permasalahan ini.

Penutup:

Gelombang protes dari masyarakat Muara Jekak menjadi cerminan keresahan atas kurangnya transparansi dan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil. Akankah suara rakyat kecil ini didengar, atau justru terabaikan demi kepentingan segelintir pihak? Waktu yang akan menjawab.

Komentar