
DOBO,” Kabarsulselindonesia.com; Personil Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Maluku yang bertugas pada Kapal Patroli KP.XVI-3002 Teluk Ambon melakukan kegiatan Peduli Stunting yang bekerja sama dengan Puskesmas Dobo, kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Karangguli kecamatan Pulau-Pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku. Selasa 14,Februari 2023
Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2030, di mana angkatan usia produktif akan mendominasi populasi penduduk dan menjadi penyangga perekonomian. Bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia yaitu Angkatan usia produktif (15-64 tahun) yang diprediksi mencapai 68 persen dari total populasi dan angkatan tua (65 ke atas) sekitar 9 persen. Tahun 2017, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 70,81 atau tumbuh 0,90 persen dibandingkan tahun 2016.
Presiden Joko Widodo mengatakan “Pemerintah terus bekerja memastikan bahwa setiap anak Indonesia dapat lahir dengan sehat, dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, bebas dari Stunting atau tumbuh kerdil,” Perlu diketahui, Tahun 2030 diperkirakan Indonesia akan mengalami bonus demografi, Namun, potensi itu menjadi sia-sia apabila SDM mengalami Stunting. Bisa dikatakan jika seseorang telah terkena Stunting maka mereka kalah sebelum ikut kompetisi. Masa emas pencegahan Stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kita semua dapat mencegah seorang anak mengalami gizi buruk. Ingat, balita kita pasif, orang tuanya harus yang aktif memberikan pola asuh terbaik.
Mengacu Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, ada 13 Kementerian yang sesuai tugas pokok dan fungsinya melakukan pencegahan Stunting. Pemerintah sampai tahun 2019, menetapkan 160 Kabupaten/Kota yang menjadi daerah prioritas penanganan Stunting yang melingkupi 1.600 Desa. Upaya Pemerintah mencegah Stunting dilakukan melalui program;
Peningkatan Gizi Masyarakat melalui program Pemberian makanan tambahan (PMT) untuk meningkatkan status gizi anak. Kementerian Kesehatan merilis, 725 ribu ibu hamil yang mendapatkan PMT untuk ibu hamil dan balita kurus di Papua dan Papua Barat, Surveilans Gizi pada 514 Kabupaten/Kota dan Pemberian Tablet Tambah Darah pada 514 Kabupaten/Kota.
Sanitasi berbasis Lingkungan melalui peningkatan kualitas sanitas lingkungan di 250 Desa pada 60 Kabupaten/Kota, dengan target prioritas pada Desa yang tingkat prevalensi stuntingnya tinggi. Anggaran setiap Desa dalam program ini sebesar 100 juta, dengan target minimal 20 KK terlayani jamban individu sehat dan cuci tangan pakai sabun.
Berdasarkan Presrelase yang diterima media ini via WhatsApp, komandan Kapal KP. XVI-3002 IPDA R. Tanewa, SH menyampaikan amanat yang disampaikan oleh Direktur Polairud Polda Maluku Kombes Pol Handoyo Santoso,S.Ik,M.Si yang mengatakan bahwa POLDA MALUKU dalam menyikapi Stunting.
“Menurut bapak Kapolda Maluku, pencegahan dapat dilakukan dengan mengedukasi kesehatan reproduksi dan seksual kepada remaja, menyediakan akses layanan kesehatan dan keluarga berencana, menyediakan akses air bersih dan sanitasi, dan pendidikan pola asuh pada orang tua Langkah-langkah penanganan stunting yang dilakukan di desa juga bisa dengan melakukan penyuluhan mengenai pencegahan stunting, rumah desa sehat, konseling gizi, peningkatan kapasitas dan pemberian insentif untuk kader pembangunan manusia, kader Posyandu dan pendidik PAUD.” ujarnya.
Kapolda mengatakan, Polri Peduli Stunting merupakan tindaklanjut rapat koordinasi (Rakornas) Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia yang dipimpin Presiden RI di Sentul, Jawa Barat, 17 Januari 2023 lalu.
“Dan perintah bapak Kapolri kepada seluruh jajaran agar membantu program Pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.” Ungkapnya lagi.
Secara nasional menurut data hasil survei status gizi balita Indonesia menunjukkan terjadi penurunan angka stunting.dan pada tahun 2019 angka stunting sebesar 27,66 persen, tahun 2020 sebesar 26,9 persen, tahun 2021 sebesar 24,04% dan tahun 2022 turun menjadi 21,06%. Sehingga target pemerintah pada tahun 2023 ini turun menjadi 14% dan ini merupakan program prioritas Pemerintah. Sedangkan prevelensi stunting di provinsi Maluku mengalami penurunan di tahun 2022. Dari 28,7 Daerah di tahun 2021 turun menjadi persen. “Target kita di tahun 2023 dan 2024 di Provinsi Maluku bisa turun sampai dengan 20 persen,”
Harapan Bapak Kapolda Kepada jajaran Polda Maluku ditindak lanjuti oleh Direktur Polairud Polda Maluku Kombes Pol Handoyo Santoso,S.Ik,M.Si Kepada seluruh bawahanya yang bertugas di kewilayahan agar dapat Peduli Stunting dan dapat mengedukasi masyarakat tentang apa itu stunting, bagaimana cara mencegah terjadinya stunting, serta penanganan stunting,” pintanya.
Melalui Personil KP.XVI-3002 Teluk Ambon Dit Polairud Polda Maluku dengan menggunakan Longboath dan Ruberboath tiba Desa Karangguli. dan mengumpulkan anak anak yang sesuai dengan data dari Dinas Kesehatan Kabuypaten Kepulauan Aru terdampak Stunting,
Kemudian Kepada anak-anak tersebut bersama orang tuanya personil memberikan Koseling serta edukasi terkait Pola hidup sehat serta juga pola makan yang bergizi maupun pemberian nutrisi maupun asupan gizi yang baik terhadap anak, selain itu juga personel KP-XVI.3002 juga mengajak warga Desa Karangguli agar selalu menanam sayuran dan perbanyak mengkonsumsi ikan maupun sayur sayuran.
Hal ini bertujuan agar warga Desa Karangguli dapat terhindar dari dampak Stunting. Dalam sela kegiatan tersebut Personel KP-XVI.3002 Teluk Ambon juga memberikan bantuan berupa bahan makanan bergisi secara sukarela kepada 10 anak terdampak STUNTING hal ini merupakan wujud Kepedulian Kami Dit Polairud Polda maluku Terhadap Anak anak warga desa Karangguli yang terdampak Stunting”. Ungkap
Tanewa
Tanewa juga turut menyampaikan bawah dengan adanya kegiatan tersebut anak-anak di kepulauan aru khususnya diFDesa karangguli tersebuit dapat terhundar dari dampak stunting tersebut.
“Harapanya melalui kegiatan ini terkusus kepada warga Desa Karangguli kecamatan Pulau pulau Aru bisa terhindar dari dampak Stunting,t eristimewa kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru”. Ungkapnya
(JM.AD)








Komentar