Akibat Gempa,” Gedung SDN 12 Kota Tual Retak, Sehingga Siswa Kembali Belajar di Halaman Sekolah

Tual, Kabar sulsel-Indonesia.com; Kepala Sekolah Negri 12 kota Tual Agustinus Welerubun.SE angkat bicara terkait dengan Gedung yang ber’usia 39 tahun lamanya kembali retak,akibat Gempa kemarin malam.

Dengan gempa kemarin malam itu akhirnya gedung SDN 12 kota Tual Retak dari lantai l sampai dengan lantai ll,akhirnya dari kemarin pagi hingga hari ini siswa semua kembali belajar di depan sekolah,karna tiang tiang dan badan besar sekolah semua pada retak, bahkan juga plafon sehingga untuk menjaga keselamatan kita harus mencega sebelum terjadi hal-hal yang tidak dapat di inginkan kita bersama. 11/01/2023

Lanjut Welerubun bahwa dengan kejadian ini kemarin langsung kami lapor di Dinas pendidikan kota Tual dan pada saat itu juga Sekdis dan kepala bidang langsung turun lapangan untuk menyaksikan baik dari lantai l hingga lantai ll,dan itupun juga di lantai ll sangat getaran sehingga kami semua pada takut. “bebernya.

Olehnya itu saya minta dengan hormat kepada kepala dinas pendidikan kota Tual untuk menyikapi terkait kerusakan Gedung sekolah SDN 12 kota Tual,karna sudah dua hari ini siswa dari kelas l s/d Vl semua belajar di halaman sekolah.

Selain itu juga kata Welerubun bahwa dirinya bersama sama dengan beberapa guru sudah temui wakil wali kota Tual, Usman Tamnge sebagai perpanjangan tangan dari wali kota Tual,dan puji Tuhan sangat di respon baik dari pa wakil wali kota Tual.

Welerubun juga meminta kepada yang terhormat Mendikbud RI Bapa Nadiem Makarim agar dapat menyikapi persoalan ini,karna sekolah ini adalah gudang ilmu,jadi kalau kita biarkan begitu saja kira-kira anak anak kita ini mau dikemanakan.? “Paparnya.

Selain itu juga kata Weler bahwa sehari dua lagi ketita kedatangan wali kota Tual Adam.Rahayaan. S.Ag. M.si dari luar kota,dirinya siap akan menemui wali kota untuk menyampaikan maksud dan tujuan tentang adanya kerusakan sekolah SDN 12 kota Tual.

Karna berdirinya sekolah SDN 12 ini sejak tahun 1983,jadi tentunya sekolah tersebut berusia sudah 39 tahun,jadi layaknya untuk dapat membangun gedung sekolah baru,karna saya sudah sampaikan ke para dewan guru bahkan juga para guru kontrak bahwa saat melakukan aktifitas mengajar, tapi kalau kondisi angin hujan itu langsung di kasih pulang siswa saja biar aman,karna takutnya jangan sampai terjadi sesuatu kan bisa dapat merepotkan kita pihak sekolah lagi.

Untuk itu saya berharap agar dalam waktu dekat ini pihak dinas pendidikan sudah harus melakukan terobosan,supaya dapat mempercepat proses pembangunan SDN 12 ini,kalau tidak kasihan kita lihat anak anak belajar di halaman sekolah ini bagaikan anak ayam kehilangan induknya dan sangat mencoreng nama daerah.

Jadi untuk sementara waktu itu semua siswa kelas l s/d kelas Vl semua belajar di halaman depan sekolah,dan bila mana hujan angin itu siswa siswa semua di arahkan untuk pulang rumah masing-masing, karna dengan adanya bangunan seperti ini kira kira siapa mati konyol.

Welerubun juga menghimbau kepada orang tua siswa agar bisa dapat memahami dengan kondisi keadaan yang terjadi di SDN 12 saat ini,jadi ketika kami kembalikan anak ke orang tua itu bukan apa²,tapi untuk menghindar dari berbagai hal yang tidak di inginkan kita bersama,tetapi kalau gedung sudah normal,maka sudah pasti anak anak kita kembali belajar seperti biasa,cuma karna kondisi alam.”himbaunya

Namun para guru tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab tetap yang profesional tanpa Padang bulu,dan pelayanan dalam hal tugas tetap berjalan normal, walaupun anak anak kita belajar di halaman.dan yang paling terpenting adalah kondisi alam bersahajat. “tutup Welerubun. (**)

Komentar