Cegah Konflik dan Kenakalan Remaja, Kapolda Gandeng Wanita Islam Maluku

Kabarsulsel-Indonesia.com.  Maluku, Kapolda Maluku Dadang Hartanto menegaskan pentingnya keterlibatan organisasi perempuan dalam upaya menekan konflik sosial dan membina generasi muda di Maluku.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Wilayah Wanita Islam Provinsi Maluku di Mapolda Maluku, Rabu (15/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Kapolda menyoroti meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap berbagai pengaruh negatif, mulai dari minuman keras, kekerasan, hingga penyebaran informasi yang tidak benar.

Ia juga mengungkap masih tingginya kasus yang melibatkan perempuan dan anak.

“Peran ibu sangat strategis karena pendidikan pertama anak dimulai dari keluarga. Dari sanalah terbentuk karakter dan nilai moral,” ujar Dadang.

Menurutnya, penguatan peran perempuan—khususnya ibu—menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat serta mencegah potensi konflik sejak dini.

Ia menekankan bahwa pendekatan keamanan tidak bisa hanya bertumpu pada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Organisasi perempuan berbasis keagamaan dinilai memiliki kekuatan dalam pendekatan sosial dan moral yang efektif di tengah masyarakat. Karena itu, sinergi antara kepolisian dan organisasi perempuan perlu terus diperkuat.

Kapolda juga mengingatkan bahaya penggunaan isu SARA dalam memicu konflik, serta pentingnya menjaga nilai kebersamaan masyarakat Maluku yang dikenal dengan falsafah “orang basudara”.

Sementara itu, Ketua Wanita Islam Maluku, Hj. Irma Betaubun, menyatakan komitmen organisasinya untuk berperan aktif dalam edukasi sosial dan pembinaan moral masyarakat.

“Perempuan memiliki kontrol sosial yang kuat dalam keluarga. Kami siap terlibat dalam pencegahan konflik dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Pihaknya juga mengusulkan sejumlah program kolaboratif, seperti kunjungan ke sekolah serta penguatan pembinaan keagamaan melalui pengajian dan tausiah.

Kapolda menyambut baik usulan tersebut dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial sekaligus menekan potensi konflik dan kenakalan remaja di Maluku.

(Evav)

Komentar