Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Komandan Korem 182/Jazirah Onim (JO), Kolonel Infanteri Irwan Buadiana, menegaskan bahwa penetapan status siaga satu oleh Tentara Nasional Indonesia merupakan wujud kesiapsiagaan sekaligus bentuk pertanggungjawaban institusi militer kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Irwan usai kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Korem 182/JO dan insan pers di Aula Serba Guna Makorem 182/JO, Fakfak, Jumat, 13 Maret.
Irwan menjelaskan, keputusan Panglima TNI menetapkan status siaga satu tidak perlu ditanggapi dengan kekhawatiran berlebihan oleh masyarakat.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan prosedur rutin dalam memastikan kesiapan personel maupun alat utama sistem persenjataan (alutsista), terutama di tengah dinamika keamanan global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.
“Siaga satu adalah bentuk kesiapan tertinggi. TNI dibiayai oleh rakyat melalui pajak, sehingga bentuk pertanggung-jawaban tertinggi kami kepada masyarakat adalah memastikan bahwa seluruh kekuatan dan kemampuan pertahanan negara selalu dalam kondisi siap,” kata Irwan.
Ia menambahkan, status kesiapsiagaan di sejumlah wilayah Indonesia kini telah diturunkan menjadi siaga tiga, khususnya di kawasan Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Namun untuk wilayah Papua, tingkat kesiapsiagaan masih berada pada level siaga satu guna menjaga stabilitas dan kondusivitas keamanan di kawasan timur Indonesia.
Irwan menilai kondisi keamanan nasional sejauh ini tetap terkendali. Aparat TNI, kata dia, terus melakukan langkah antisipatif untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul akibat dinamika geopolitik global.
Selain aspek keamanan, ia juga menyinggung kekhawatiran masyarakat terkait pasokan energi nasional. Irwan mengungkapkan bahwa dua kapal tanker Indonesia yang sebelumnya melintasi Selat Hormuz telah berhasil melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.
“Hal ini menjadi indikator bahwa pasokan bahan bakar minyak untuk Indonesia dalam kondisi aman,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Irwan mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta memperkuat doa dan harapan agar konflik di Timur Tengah segera mereda. Menurut dia, stabilitas global sangat penting bagi keberlangsungan pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
“Semoga dinamika global ini segera berakhir sehingga stabilitas dunia kembali pulih dan pertumbuhan ekonomi dapat bergerak dengan baik,” kata Irwan.
Dengan kesiapsiagaan yang terus dijaga, TNI melalui jajaran Korem 182/JO menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.








Komentar