Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua menorehkan babak baru dalam perjalanan pelayanannya di Tanah Papua. Dalam ibadah Minggu Sengsara V yang berlangsung khidmat pada Minggu, 15 Maret 2026, GPI Papua secara resmi mencanangkan Bakal Klasis Bomberay Raya di Tanah Datar Mbahammatta, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Momentum tersebut tidak sekadar seremoni gerejawi. Ia menjadi penanda penting perluasan wilayah pelayanan sekaligus respons gereja terhadap dinamika pertumbuhan umat di kawasan Bomberay.
Ibadah pencanangan dipimpin oleh Wakil Ketua III Majelis Pekerja Sinode (MPS) GPI Papua, Pdt. M. Feninlambir, M.Th. Dalam khotbahnya yang bertolak dari Injil Yohanes 13:1–20, Feninlambir menekankan makna spiritual dari Minggu-minggu Sengsara sebagai panggilan untuk meneladani kerendahan hati dan pengorbanan Kristus.
Menurut dia, tindakan Yesus membasuh kaki para murid merupakan simbol pelayanan yang lahir dari hati yang mengampuni dan rela berkorban. Teladan itu, kata dia, menjadi dasar bagi kehidupan orang percaya dalam menghadapi realitas kehidupan yang tidak selalu mudah.
“Keteladanan Yesus tidak berhenti pada ajaran, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Di situlah makna pengampunan, kerendahan hati, dan pengorbanan diri menjadi nyata dalam kehidupan orang beriman,” ujarnya di hadapan jemaat yang memadati ibadah tersebut.
Seusai penyampaian firman Tuhan, rangkaian ibadah berlanjut dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Pekerja Sinode GPI Papua Nomor 1648/X/ORG tentang penetapan Bakal Klasis GPI Papua Bomberay Raya. Keputusan tersebut dibacakan oleh Sekretaris Majelis Pekerja Sinode GPI Papua, Pdt. B.A. Lewier, M.Th.
Pencanangan bakal klasis ditandai dengan penyerahan akta penetapan sekaligus peresmian papan nama Bakal Klasis Bomberay Raya. Peristiwa itu disaksikan oleh unsur pemerintah distrik, para pelayan gereja—pendeta, penatua, dan diaken—dari wilayah Klasis Hiren Kokah, serta umat yang hadir.
Dalam kesempatan yang sama, dilantik pula Majelis Pekerja Bakal Klasis GPI Papua Bomberay Raya. Kepemimpinan bakal klasis ini dipercayakan kepada Pnt. L. Kelmaskosu sebagai ketua dan Pdt. Michael Saklil, S.Th. sebagai sekretaris.
Pembentukan Bakal Klasis Bomberay Raya merupakan hasil keputusan Rapat Kerja Klasis GPI Papua Hiren Kokah III yang berlangsung di Jemaat GPI Papua Sinar Ubadari pada 9–10 Februari 2026. Dalam forum tersebut disepakati bahwa wilayah pelayanan Bomberay perlu ditingkatkan statusnya menjadi bakal klasis guna memperkuat efektivitas pelayanan gereja.
Keputusan itu kemudian dipertegas melalui Surat Keputusan Majelis Pekerja Sinode GPI Papua tertanggal 2 Maret 2026.
Secara organisatoris, pembentukan bakal klasis ini bertujuan memperpendek rentang koordinasi pelayanan, meningkatkan pembinaan jemaat, serta memperkuat pengawasan gerejawi di wilayah Bomberay. Selain itu, struktur baru ini diharapkan dapat mempersiapkan jemaat-jemaat setempat menuju kemandirian sebagai klasis definitif di masa mendatang.
Faktor pertumbuhan wilayah juga menjadi pertimbangan penting. Bomberay diproyeksikan berkembang sebagai kawasan industri, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit. Perkembangan tersebut diperkirakan akan diikuti dengan pertambahan jumlah penduduk serta meningkatnya kebutuhan pelayanan rohani.
Saat ini, sejumlah jemaat yang berada di bawah naungan Bakal Klasis GPI Papua Bomberay Raya antara lain Jemaat GPI Papua Elim Bomberay, Jemaat GPI Papua Mahanaim Musunggu, Bakal Jemaat GPI Papua Elshaday Mbahamdandara, Pos Pelayanan GPI Papua Diaspora Yarongga, serta Pos Pelayanan GPI Papua Maranatha Muni.
Seiring perkembangan kawasan Bomberay, gereja memperkirakan jumlah pos pelayanan baru akan terus bertambah sebagai respons terhadap pertumbuhan umat.
Pencanangan Bakal Klasis Bomberay Raya ini sekaligus menjadi bagian dari catatan sejarah perjalanan GPI Papua. Dari Tanah Datar Mbahammatta di Fakfak, gereja tersebut kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat kehidupan iman jemaat, dan menghadirkan gereja yang semakin dekat dengan umat di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.








Komentar