Menjemput Kunci Masa Depan: Wakil Wali Kota Tual Tinjau Akad Perdana KPR FLPP, Kota Tual Catat Sejarah di Maluku

Daerah, Kota Tual, NEWS103 views

Tual, Kabarsulsel-Indonesia.com | Langkah kecil di sebuah kantor notaris di Kota Tual, Selasa itu, sesungguhnya menyimpan gema besar bagi masa depan perumahan rakyat di Provinsi Maluku. Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra M, S.Pi., M.Si, mewakili Wali Kota Tual, meninjau langsung proses akad Rumah Subsidi KPR FLPP Griya Maryadat yang berlangsung di Kantor Notaris/PPATK Nana Wulandari, S.H., M.Kn.

Di ruang yang dipenuhi berkas, tanda tangan, dan harapan, Pemerintah Kota Tual menorehkan babak penting: menjadi kabupaten/kota pertama di Provinsi Maluku yang melaksanakan pembangunan baru sekaligus akad rumah subsidi dalam rangka mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah.

“Ini bukan sekadar akad kredit, ini adalah akad harapan,” ujar Amir Rumra dalam sambutannya. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak—pengembang, Bank BTN sebagai bank penyalur, notaris, hingga jajaran teknis—yang telah bekerja sama hingga program ini dapat berjalan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar kebijakan nasional benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Program KPR FLPP ini ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kelompok yang selama ini kerap berada di persimpangan antara kebutuhan dan keterjangkauan. Kota Tual, dengan segala keterbatasan geografisnya, justru tampil sebagai pelopor.

Tak berhenti pada seremoni, Wakil Wali Kota juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan pengembang dan pihak BTN. Berbagai kendala administratif yang selama ini menghambat akses ASN dan MBR ke program KPR subsidi dibedah secara terbuka. Pemerintah Kota Tual, kata Amir, ingin memastikan bahwa ke depan prosesnya semakin sederhana, cepat, dan inklusif.

Wakil Wali Kota Tual Saat Menyambangi Kantor Notaris | Foto Istimewah

Komitmen itu ditegaskan kembali sebagai bagian dari Panca Cita Masyadat, arah pembangunan strategis Kota Tual. Pemerintah daerah berjanji terus menyukseskan program-program strategis nasional, khususnya Pembangunan 3 Juta Rumah, dengan menghadirkan hunian yang murah, layak, dan terjangkau bagi warganya.

“Ini bukan kerja satu pihak. Ini kerja bersama,” kata Amir. Karena itu, Pemkot Tual membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan para pemangku kepentingan—developer, bank penyalur, notaris, hingga kementerian—agar kuota perumahan yang telah diberikan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI dapat tercapai, bahkan dilampaui.

Di Kota Tual, rumah bukan lagi sekadar bangunan. Ia menjadi simbol kehadiran negara, penanda keadilan sosial, dan janji bahwa pembangunan tidak berhenti di pusat.

Salam 3 Juta Rumah.
Kota Tual MARYADAT.

Komentar