Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Sebuah babak baru telah dimulai. Di tanah yang dijuluki “Negeri Satu Tungku Tiga Batu”, Kabupaten Fakfak resmi memantapkan arah pembangunan jangka panjangnya menuju tahun 2045 melalui penandatanganan Nota Kesepahaman RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP pada Senin, 7 Juli 2025.
Di hadapan jajaran DPRK Fakfak, para pejabat eselon, dan tokoh masyarakat, Bupati Samaun dengan penuh keyakinan menyampaikan bahwa RPJPD ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan peradaban yang akan membawa Fakfak memasuki era keemasan.
“Kita tidak sedang menulis rencana, kita sedang membangun takdir. RPJPD ini adalah perwujudan visi besar anak negeri Fakfak untuk menjadi daerah unggulan di Timur Indonesia, bahkan Nusantara,” ucap Bupati dengan suara bergetar haru.
Visi Besar Fakfak: Aman, Maju, Unggul, dan Berkelanjutan
RPJPD Fakfak 2025–2045 mengusung visi futuristik:
“Kabupaten Fakfak Aman, Maju, Unggul dan Berkelanjutan Berbasis Ekosistem Agropolitan, Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru.”
Visi ini bukan sebatas slogan. Ia dirumuskan dari proses panjang yang partisipatif—menggali suara rakyat, merajut masukan tokoh adat, intelektual, tokoh agama, pemuda, perempuan, dan pelaku usaha demi melahirkan dokumen yang betul-betul hidup dan membumi.
8 Misi Pembangunan: Pilar Menuju Fakfak Emas
Visi tersebut diterjemahkan dalam 8 misi utama, mulai dari penguatan sumber daya manusia, transformasi ekonomi yang produktif dan inklusif, hingga tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan melayani.
Tak kalah penting, RPJPD ini menekankan pembangunan yang menyatukan desa dan kota, menjaga harmoni antara pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan ekologi serta pelestarian budaya lokal.
10 Sasaran Pokok: Cetak Generasi Unggul dan Daerah Mandiri
Dalam dokumen yang disusun secara ilmiah dan kontekstual ini, terdapat 10 sasaran pokok pembangunan:
- SDM yang cerdas dan sehat
- Perlindungan sosial yang inklusif
- Ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berorientasi ekspor
- Pemerintahan berbasis teknologi informasi
- Iklim investasi yang kondusif
- Budaya lokal yang hidup dan adaptif
- Konektivitas kota-desa yang kuat
- Infrastruktur hijau dan ramah lingkungan
- Kemandirian ekonomi
- Ekosistem pembangunan yang berkelanjutan
Pesan Tegas: Jangan Jadikan RPJPD Sebagai Arsip Mati
Bupati Samaun tak lupa menegaskan kepada seluruh jajaran pemerintahan agar menjadikan RPJPD ini sebagai pedoman utama:
“Kuasai isi RPJPD, selaraskan program, jangan lari dari visi. Ini bukan dokumen yang ditumpuk di rak—ini adalah amanat rakyat Fakfak!” tegasnya.
Ia juga menyerukan peningkatan sinergi antarorganisasi perangkat daerah, inovasi pelayanan publik, dan konsistensi dalam mewujudkan janji pembangunan.
Apresiasi untuk Rakyat dan DPRK Fakfak
Dengan penuh hormat, Bupati Samaun menyampaikan apresiasi kepada DPRK Kabupaten Fakfak atas kerja samanya, serta kepada seluruh rakyat Fakfak yang telah menjadi bagian penting dalam penyusunan RPJPD ini.
“Dokumen ini adalah karya kolektif. Ini adalah milik seluruh rakyat Fakfak,” ujarnya mantap.
Penutup: Harapan dan Doa untuk Generasi Mendatang
Di akhir sambutannya, Bupati Samaun menyerahkan harapannya kepada Tuhan dan generasi penerus Fakfak:
“Semoga generasi muda kelak akan melihat kembali RPJPD ini dan berkata: ‘Inilah titik awal kebangkitan Fakfak.’ Mari kita catat sejarah hari ini, untuk masa depan yang kita perjuangkan bersama.”
RPJPD Fakfak 2025–2045 bukan hanya tentang rencana—ini tentang mimpi besar yang mulai ditulis dengan tinta kerja, keberanian, dan cinta kepada tanah leluhur.








Komentar