Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Suara tawa dan tepuk tangan pelan terdengar di sudut Rumah Makan Family, Jalan Izak Telussa, Sabtu siang (28/6). Di sebuah ruangan sederhana namun hangat, para wartawan, pejabat pemerintah, dan unsur Forkopimda duduk bersisian tanpa jarak protokoler yang kaku.
Itulah suasana syukuran Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Fakfak—menjadi bukti kemitraan yang kian solid di tengah tantangan zaman.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Fakfak, Mohamad Saleh, di depan mikrofon. Ia tak sekadar membacakan teks sambutan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., melainkan menegaskan ulang pentingnya relasi timbal balik antara pemerintah dan insan pers.
“Pers bukan hanya penyangga informasi, tetapi mitra strategis yang membangun kesadaran, mengawal kebijakan publik, dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Fakfak,” demikian petikan sambutan Bupati yang disambut anggukan para undangan.
Bupati Fakfak, lewat sambutannya, merumuskan misi bersama yang terasa mendesak: bagaimana membumikan tema HPN 2025 “Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa” menjadi kerja nyata di daerah.
Ia menilai jurnalis memiliki tugas ganda—mengabarkan program pemerintah agar lebih dipahami publik, sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat yang kerap tersekat jarak geografis. Menurutnya, media menjadi penghubung antara kantor-kantor OPD di pusat kota hingga kampung-kampung di pesisir Bomberay.
“Melalui pers, informasi pembangunan tersampaikan cepat, tepat, dan merata hingga ke pelosok kampung. Sebaliknya, pemerintah pun dapat menerima masukan konstruktif demi perbaikan kebijakan,” lanjut Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Suasana siang itu tak hanya diisi kata-kata manis seremonial. Dalam obrolan santai selepas acara, para wartawan pun mengingatkan pejabat akan pentingnya kebebasan pers. Diskusi mengalir soal tantangan liputan di daerah terpencil, akses data pemerintah, dan kebutuhan verifikasi yang lebih mudah.
Bupati juga mengakui dalam sambutannya, tidak semua kebutuhan dan aspirasi media bisa langsung diakomodasi. Namun ia menekankan komitmen untuk memperbaiki hal tersebut.
“Kami sadar, pers memegang peranan penting dalam mewujudkan Kabupaten Fakfak yang mandiri, sejahtera, aman, dan berdaya saing berlandaskan keberagaman,” ujarnya.
Acara syukuran HPN 2025 itu mencapai puncak simbolik saat dilakukan pemotongan tumpeng. Mohamad Saleh, Sekretaris Diskominfo Fakfak, memotong tumpeng kuning dengan hati-hati lalu menyerahkannya kepada Enrico Letsoin, Ketua PWI Kabupaten Fakfak. Tepuk tangan terdengar, kamera berderak, dan momen itu diabadikan sebagai simbol kemitraan pemerintah dan insan pers yang tak sekadar formalitas.
“Ke depan, kami berharap PWI terus maju, hebat, dan berkomitmen menghadirkan berita yang akurat, tepat, dan berimbang agar masyarakat terhindar dari informasi yang menyesatkan atau hoaks,” kata Bupati di akhir sambutan tertulisnya.
Suasana keakraban itu menegaskan misi yang lebih besar: membangun Fakfak tak bisa hanya mengandalkan kebijakan top-down, melainkan menuntut dialog terbuka dan saluran informasi yang sehat. Di tengah tantangan penyebaran hoaks, profesionalisme wartawan lokal menjadi pilar yang tak bisa diabaikan.
Hadir dalam acara itu jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan para wartawan dari beragam media. Hari itu, di tengah hidangan sederhana dan perbincangan santai, terjalin sebuah kesepahaman: membangun Fakfak mandiri dan sejahtera adalah kerja bersama. Pers bukan hanya saksi, tetapi mitra sejati.








Komentar