Malra, Kabarsulsel-Indonesia.com | Sidang paripurna APBD Perubahan di Gedung DPRD Kabupaten Maluku Tenggara beberapa waktu lalu menjadi ajang terbuka yang memanas. Ketua DPRD Malra, M. Koedoeboen, S.E., secara langsung menantang Penjabat Bupati Malra, Drs. Jasmono, M.Si., soal ketidakjelasan proses pelelangan jabatan definitif Sekda yang terus terkatung-katung. Pertanyaan tajam tersebut tidak lagi bisa dielakkan, terutama di hadapan para kepala dinas dan anggota DPRD.
Jawaban Jasmono yang terdengar diplomatis justru memicu spekulasi lebih dalam. Ia menyatakan, “Jabatan Penjabat Sekda akan tetap berjalan hingga masa jabatannya selesai, selanjutnya akan dilakukan pelantikan terhadap Sekda devinitif oleh Bupati terpilih. Ungkap Jasmono.
Dia juga menuturkan bahwa proses seleksi Sekda telah dilakukan dan beberapa nama telah dikirimkan ke Provinsi dan telah dikoordinasikan ke Kementrian Dalam Negeri untuk selanjutnya akan menentukan satu nama sebagai Sekda devinitif.” Ujar Jasmono.
Namun, banyak yang menilai bahwa pernyataan ini hanyalah tameng untuk menyembunyikan agenda tertentu yang tidak transparan.
Tokoh muda Kabupaten Malra, R.B., dengan keras mempersoalkan manuver ini. Ia mempertanyakan, jika memang tidak ada permainan di balik layar, mengapa pelelangan jabatan Sekda definitif terus diulur-ulur? “Jika ada gesekan atau manuver yang tidak jelas, publik berhak bertanya: ada apa di balik semua ini? Apa kepentingan yang sedang dimainkan di sini?” tegasnya.
R.B. mendesak Jasmono untuk tidak lagi membangun narasi palsu yang justru memicu kegaduhan di masyarakat. Ia meminta agar di sisa masa jabatannya, Jasmono bersikap tegas dan profesional.
“Jangan tinggalkan jejak yang melukai siapa pun. Jasmono datang dengan baik, maka pulanglah juga dengan cara yang baik, tanpa meninggalkan drama politik yang merugikan daerah ini,” kritik R.B. dengan tajam.
Publik Maluku Tenggara kini semakin mempertanyakan: apakah drama ini akan terus berlanjut, atau Jasmono berani menuntaskan tugasnya dengan bersih dan transparan tanpa mengorbankan stabilitas daerah?








Komentar