Tanimbar, Kabarsulsel-Indonesia.com | Skandal moral kembali mencuat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Seorang ASN PPPK berinisial WHN yang bertugas di Dinas Perikanan telah menghancurkan martabat perempuan dan mencoreng adat sakral Duan-Lolat.
WHN diduga mempermainkan harkat wanita selama lima tahun terakhir tanpa rasa malu dan tanggung jawab.
Milka Batlolone, ibu dari OL, korban dari WHN, dengan tegas menyuarakan kekecewaannya.
“WHN telah meninggalkan anak dari OL dan cucu kami tanpa pertanggungjawaban sedikitpun. Ini penghinaan besar terhadap adat Tanimbar, di mana harga diri perempuan seharusnya dijunjung tinggi oleh kaum pria,” ujar Milka dengan nada penuh kemarahan.
Milka telah berupaya mencari keadilan dengan mendatangi Kepala Dinas Perikanan, namun upayanya berakhir dengan kekecewaan.
“Kepala Dinas Perikanan tidak menanggapi laporan kami dengan serius. Ini menunjukkan betapa lemahnya penegakan etika dan tanggung jawab di instansi pemerintah,” tambahnya.
Selama lima tahun tidak menikahinya, dan WHN tidak hanya mengabaikan tanggung jawab sebagai suami dan ayah, tetapi juga berselingkuh dengan seorang perawat di Puskesmas Molu Maru.
Informasi yang diperoleh media ini mengungkapkan bahwa WHN bahkan telah meminang perawat tersebut di Desa Lorulung, Kecamatan Wertamrian.
“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk segera bertindak tegas terhadap WHN. Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Molumaru juga harus memberikan sanksi tegas kepada perawat yang terlibat. Tindakan mereka mencoreng nama baik ASN dan melukai adat serta etika masyarakat Tanimbar,” tegas Milka.
Milka Batlolone menutup dengan seruan keras kepada pihak berwenang. “Kami menuntut keadilan dan tindakan nyata. WHN dan semua pihak yang terlibat harus diberi sanksi sesuai hukum adat dan negara. Pengabaian ini tidak boleh dibiarkan terus berlangsung!”
Kisah ini bukan hanya tentang pengkhianatan seorang ASN terhadap keluarganya, tetapi juga tentang kegagalan sistem untuk melindungi martabat perempuan dan menjunjung tinggi adat yang sakral.








Komentar