Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik: Tomage Harus Bangkit dengan Disiplin dan Tata Kelola yang Tertib

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Distrik Tomage, Selasa (24/2), tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan. Di Aula Kantor Distrik Tomage, forum itu menjelma ruang evaluasi sekaligus penegasan arah masa depan. Wakil Bupati Fakfak, Drs. Donatus Nimbitkendik, M.TP, tampil menyampaikan pesan yang lugas: pembangunan hanya dapat bertahan jika ditopang disiplin administrasi dan tanggung jawab anggaran.

Di hadapan Bupati Fakfak, pimpinan DPR, kepala kampung, pimpinan OPD, serta tokoh adat, Donatus menekankan bahwa Musrenbang merupakan instrumen penting untuk menyelaraskan kebijakan dari tingkat kampung hingga pusat. Perencanaan yang disusun hari ini, katanya, bukan untuk kebutuhan sesaat, melainkan untuk pelaksanaan tahun anggaran 2027.

“Perencanaan harus realistis dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah maupun kampung tidak lagi selonggar beberapa tahun sebelumnya. Alokasi dana kampung mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya sejumlah kampung menerima anggaran mendekati Rp1 miliar, kini banyak yang hanya memperoleh Rp200 juta hingga Rp500 juta.

Menurut Donatus, penurunan tersebut tidak dapat dilepaskan dari persoalan akuntabilitas di masa lalu. Pemerintah pusat menuntut pertanggungjawaban yang lebih ketat dan transparan. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substansial.

“Kepercayaan dibangun dari laporan yang tertib dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran,” katanya.

Ia mengingatkan agar kepala kampung, bendahara, dan aparat kampung memahami bahwa sistem pelaporan kini semakin terbuka dan terintegrasi. Pemerintah pusat dapat memantau langsung perkembangan laporan keuangan daerah. Tidak ada lagi ruang untuk pengelolaan anggaran yang longgar.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyoroti perubahan yang mulai tampak di Distrik Tomage dan wilayah Bomberay. Kawasan yang dahulu terisolasi kini menunjukkan geliat pertumbuhan. Infrastruktur jalan yang dibangun beberapa tahun terakhir membuka akses ekonomi. Data pemerintah menunjukkan jumlah penduduk meningkat, bahkan sebagian warga yang sebelumnya meninggalkan wilayah tersebut mulai kembali.

Masuknya investasi menjadi salah satu faktor pendorong. Donatus menilai momentum ini harus dijaga dengan tata kelola yang baik. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, tidak boleh diiringi kelalaian administrasi, terutama dalam hal kependudukan.

Ia menegaskan pentingnya tertib administrasi kependudukan untuk mencegah persoalan sosial di kemudian hari. Perpindahan penduduk harus dilengkapi dokumen resmi agar tidak menimbulkan sengketa hak dan kepentingan.

Wakil Bupati juga mengingatkan empat pilar tata kelola pemerintahan yang harus dijalankan secara konsisten: tertib administrasi kepegawaian, aset, keuangan, dan kependudukan. Tanpa fondasi tersebut, pembangunan yang dirancang sebesar apa pun berisiko tidak berkelanjutan.

Di tengah keterbatasan anggaran, Donatus tetap menyampaikan optimisme. Ia menyebut dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Fakfak sebagai bukti bahwa peluang selalu terbuka bagi daerah yang mampu menunjukkan keseriusan dan komitmen tata kelola.

Namun ia menegaskan, peluang itu harus dijaga dengan disiplin kolektif. Program yang disusun harus rasional, terukur, dan sesuai dengan kapasitas keuangan.

“Jika dana tersedia Rp200 juta, maka program disusun dalam batas kemampuan tersebut,” ujarnya.

Musrenbang di Tomage kali ini menghadirkan lebih dari sekadar daftar usulan kegiatan. Ia menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal besaran anggaran, melainkan tentang kepercayaan, integritas, dan konsistensi.

Di penghujung sambutannya, Donatus mengajak seluruh elemen pemerintah kampung dan distrik untuk menjadikan forum perencanaan ini sebagai titik balik—untuk membangun dengan tertib, mengelola dengan transparan, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Tomage, yang dahulu nyaris ditinggalkan, kini memiliki peluang untuk tumbuh sebagai simpul baru pertumbuhan. Namun seperti ditegaskan Wakil Bupati, kemajuan hanya akan bertahan jika ditopang disiplin dan tata kelola yang kuat.

Komentar