oleh

Terkait Pemberitaan Beberapa Waktu Lalu, Ini Tanggapan Pemkab Wajo

KabarSulSelIndonesia.com – Wajo

Terkait penggalian sumur Manri dan pagar baton keliling agar airnya layak di komsumsi, oleh masyarakat, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP Kabupaten Wajo, Muhammad Taufik menjelaskan bahwa sudah banyak program dan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk penyiapan air bersih melalui sumur/kola Manri, Desa Watan Rumpia, Kecamatan Majauleng.

“Sebelumnya, sumber air bersih ini sudah berfungsi dan mengaliri sampai wilayah pasar AtapangE, Desa Rumpia, namun kemudian ketersediaan debit air semakin berkurang sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Itupun, lanjutnya, kita bantu lagi dengan sumur bor dalam untuk menambah debit air pada bak/kolam penampungan. Namun kendala lain yang muncul adalah karena semakin banyak juga masyarakat yang membuat bor tanah dalam pada kawasan tersebut, sehingga air yang bisa dipompa ke kolam penampungan ini juga menjadi berkurang.

“Kita juga sudah minta kepada pemerintah setempat untuk segera membentuk pengurus namun sampai sekarang belum ada. Begitupun pengalihan mesin pompa dari BBM ke listrik yanga rencananya akan melalui penganggaran di Desa, juga belum ada perkembangan sampai sekarang. Meski demikian, kita akan tetap upayakan agar fasilitasi sarana air bersih Manri bisa optimal kembali,” ucapnya.

Lalu, Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Danau Tempe Kab Wajo, Andi Dedy Ahmad Iqbal menjelaskan bahwa terkait perencaan ke depan, Kecamatan Majauleng menjadi salah satu dari 5 kecamatan yang akan dicover melalui pemanfaatan air baku Bendungan Paselloreng.

“Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, diagendakan pada tanggal 29 Mei 2022 nanti akan diadakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) oleh Balai Besar Wilayah Sungai Jenneberang bersama Pemerintah Kab. Wajo dengan seluruh stakeholder terkait, termasuk para Camat di 5 kecamatan yaitu Gilireng, Majauleng, Penrang, Sajoanging dan Takkalalla,” ucapnya.

Adapun agenda pertemuan, lanjutnya, akan membahas Survei Investigasi Desain (SID) Pembangungan Penyediaan Air Baku Kota Sengkang dan Penyusunan Dokumen Lingkungan Air Baku Bendungan Paselloreng. “Tahun ini rencananya akan mulai dilelang setelah semua tahapannya rampung. Jadi, semua tahapan dari Program Air Bersih yang telah dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Wajo masih berjalan sampai saat ini,” ungkapnya.

Adapun tentang rencana pembangunan Rumah Sakit Regional Jantung Terpadu Kabupaten Wajo, Direktur RSUD Lamaddukkelleng menjelaskan bahwa pembangunan RS tersebut ditunda karena menunggu bantuan dana dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.

“Kita sudah siapkan lahan serta kelengkapan lainnya sudah siap termasuk proses izin amdal juga sudah berjalan. Perencanaannya sampai 7 lantai karena kita ingin viewnya langsung ke Danau Tempe, tetapi semua terpending karena penganggaran direfocussing untuk penanganan covid. Meski demikian, kita tetap menunggu petunjuk dari Pemerintah Provinsi, rencana awalnya Rumah Sakit ini akan dibantu dana oleh Pemprov Sulsel, ” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Wajo, Andi Pallawarukka menambahkan bahwa Pembangunan RS Regional itu adalah sinkronisasi program kerja Gubernur Sulsel dengan Pemda Kab Wajo yang sudah dimulai sejak Bapak Nurdin Abdullah selaku calon gubernur dengan Bapak Amran Mahmud selaku calon bupati. Jadi dananya akan berasal dari Provinsi.

“Ketika dilaporkan kepada Bapak Nurdin Abdullah selaku Gubernur saat itu, beliau minta dipindahkan ke Sengkang karena di Majuleng lokasinya kurang strategis. Maka ditunjuklah lokasi di Jl. Rusa, yang kemudian diikuti dengan penyusunan desin,” pungkasnya.

(HumasWajo/Redaksi)

Komentar

Berita Lainnya