AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.com. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hena Hetu Provinsi Maluku, Ir. M. Saleh Hurasan, mengajak seluruh masyarakat Jazirah Leihitu untuk segera menghentikan segala bentuk pertikaian. Ia menegaskan bahwa konflik tidak membawa keuntungan, melainkan hanya merugikan semua pihak dan mencoreng masa depan generasi muda.
Himbauan keras ini disampaikannya usai kegiatan Halal Bihalal DPP Hena Hetu yang berlangsung di Islamic Center Pantai Waehaong Ambon, Rabu (15/4/2026). Acara ini mengusung tema besar: “Melalui Halal Bihalal Kita Perkuat Sinergi Pemerintah Dan Masyarakat Adat Dalam Menjaga Persatuan, Harmonitas Masyarakat Dan Spektrum Nilai-nilai Budaya Jazirah Leihitu”.
-Kondisi Stabil Kunci Pembangunan
Dalam wawancaranya, Saleh Hurasan menyoroti pesan Gubernur yang menjadi perhatian utama, yaitu pentingnya menghimpun segala potensi yang ada dan menyalurkannya sesuai keahlian demi membuka peluang kerja yang lebih luas.
Namun, ia menekankan bahwa semua peluang dan pembangunan itu mustahil terwujud jika kondisi keamanan dan stabilitas tidak terjaga.
“Sering saya sampaikan, kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau hidup dalam keadaan tidak stabil. Pesan Gubernur tadi mudah-mudahan menggugah kita semua untuk melihat ke depan, supaya peluang pekerjaan dan pengelolaan sumber daya baru bisa benar-benar dinikmati bersama,” ujarnya.
-Himbauan Menohok: Stop Sudah!
Dengan nada tegas namun penuh kekeluargaan, Saleh memohon kepada seluruh masyarakat Leihitu untuk menghentikan tindakan anarkis, kekerasan, dan perkelahian.
“Saya menghimbau basudara sekalian, stop sudah! Tidak ada untungnya, semua rugi. Andaikan ada pelaku yang berbuat zalim dan merusak, saya meyakini sungguh setelah itu dia akan menyesal, bahkan tidak bisa tidur nyenyak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memihak pada hal-hal yang merusak. Sebagai orang tua dan masyarakat dewasa, mereka memiliki tanggung jawab besar terhadap anak cucu.
-Jangan Wariskan Keburukan
Saleh menyoroti bahwa jejak sejarah leluhur dahulu adalah menyatukan, bukan memecah belah. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika kondisi saat ini justru berbanding terbalik.
“Haruskah anak-anak kita kelak juga hidup seperti ini? Saya yakin tidak mungkin seperti itu. Pertikaian ini hanya meninggalkan nilai preseden buruk yang memalukan bagi generasi kita ke depan,” tambahnya.
“Sebagai Ketua Hena Hetu yang menghimpun masyarakat adat, saya tegaskan lagi: cukup sudah perkelahian ini. Tidak ada untungnya. Saya yakin, kalian semua pun pada akhirnya akan menyesal,” pungkasnya.
(M.N)








Komentar