Rakerkesda 2025 Digelar, Fakfak Percepat Transformasi Kesehatan Menuju Fakfak Sehat

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com |  Pemerintah Kabupaten Fakfak menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat transformasi sistem kesehatan daerah. Forum tahunan ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor dalam menyelaraskan kebijakan, mengevaluasi kinerja, serta merumuskan arah pembangunan kesehatan Fakfak lima tahun ke depan.

Rakerkesda yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 15–16 Desember 2025, di Hotel Grand Papua Fakfak, mengusung tema “Transformasi Kesehatan: Membara, Melesat Menuju Fakfak Sehat”. Tema ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung visi besar FAKFAK MEMBARA, khususnya pada sektor kesehatan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Fakfak, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua dan Anggota DPRK, Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lintas sektor, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, dokter spesialis, organisasi profesi, organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan lembaga kultur. Sekitar 150 peserta tercatat mengikuti Rakerkesda ini.

Ketua Panitia Pelaksana Rakerkesda 2025, Pierre S. Kwando, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas dan daya saing sumber daya manusia.

“Transformasi kesehatan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi, sinergi, dan integrasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan benar-benar menjangkau seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Rakerkesda 2025 diselenggarakan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan kesehatan yang masih dihadapi, mulai dari keterbatasan akses layanan primer, kapasitas rujukan rumah sakit, ketahanan kesehatan, hingga pemerataan tenaga kesehatan.

Ketua Panitia Pelaksana Rakerkesda 2025 Ketua Panitia Pierre S. Kwando saat menyampaikan Laporan | Foto Istimewah

Forum ini juga menjadi bagian dari upaya daerah dalam menyelaraskan kebijakan nasional, khususnya enam pilar transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.

Sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Fakfak menjadi sorotan utama dalam Rakerkesda ini, antara lain pelayanan kesehatan gratis, pendamping pasien gratis bagi dua orang, program Bumil Bahagia, serta Bayi Senang.

Program-program tersebut dirancang untuk terintegrasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya.

Melalui mekanisme dialog interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pendalaman materi, peserta Rakerkesda membahas berbagai isu strategis, termasuk kebijakan penganggaran kesehatan daerah, capaian pembangunan kesehatan tahun 2025, implementasi transformasi kesehatan Provinsi Papua Barat, integrasi layanan primer, serta penguatan peran dan kelembagaan Posyandu.

Rakerkesda ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang aplikatif dan inovatif, sekaligus menjadi dokumen kesepakatan bersama lintas sektor. Rekomendasi tersebut akan dijadikan dasar perencanaan program dan kegiatan peningkatan layanan kesehatan dalam rangka mewujudkan Fakfak Sehat.

“Kami berharap Rakerkesda ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan komitmen bersama yang nyata dan berkelanjutan,” kata Pierre.

Rakerkesda 2025 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Fakfak, yang dalam arahannya menekankan pentingnya kerja bersama dan keberpihakan kebijakan terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan terselenggaranya Rakerkesda ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan keseriusannya menjadikan sektor kesehatan sebagai pilar utama pembangunan daerah, sejalan dengan visi besar menuju Fakfak yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Komentar