Rahakbauw Serukan Insan Pers Perkuat Solidaritas Dan Jaga Keamanan Daerah

Maluku Tenggara, Kabarsulsel-Indonesia.com | Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku Tenggara, Agustinus B. Rahakbauw, mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk memperkuat solidaritas dalam menjaga keamanan daerah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi wawancara di Kopi Kei Malra, pada Kamis, 11 Desember 2025, usai kegiatan ngopi bersama di Kopi kei

Rahakbauw menegaskan bahwa peran media sangat vital dalam menyebarkan imbauan dan edukasi publik, baik melalui media cetak maupun media sosial. Ia menyoroti bahwa kondisi sosial di Maluku Tenggara memerlukan kewaspadaan bersama karena merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi konflik apabila tidak dikelola secara baik dan bijak.

“Saya minta semua pihak, termasuk tokoh pemuda dan masyarakat, untuk bergandengan tangan menjaga keamanan dan ketertiban. Kita harus menghindari persoalan dan keributan yang tidak diinginkan, terutama menjelang hari besar seperti Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Ia juga memberi apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Resor Maluku Tenggara yang dinilai mampu menjaga situasi tetap aman dan terkendali. Patroli rutin yang dilakukan personel Sabhara dan Intelkam di wilayah rawan disebut sebagai langkah konkret yang patut didukung penuh oleh masyarakat.

Meski demikian, Rahakbauw mengingatkan adanya potensi kerawanan baru akibat meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Nataru. Salah satu faktor pemicu gangguan keamanan yang selalu berulang adalah konsumsi minuman keras.

“Miras ini selalu menjadi pemicu utama gejolak di masyarakat. Karena itu, saya minta kepada para tokoh pemuda agar tidak melakukan penjualan miras, dan kepada para pemuda lainnya agar tidak duduk minum di pinggir jalan karena sangat rentan memicu tindakan negatif,” tegasnya.

Di sisi lain, ia meminta para kepala sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA untuk memberikan edukasi tambahan kepada siswa guna mencegah tawuran pelajar, yang kerap berkembang menjadi konflik antarwarga.

Rahakbauw juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat memperkuat komunikasi dengan aparat kepolisian untuk menjaga suasana damai dan tertib di Maluku Tenggara.

“Kita semua punya peran. Dengan saling mendukung, keamanan dan ketertiban akan tetap terjaga menjelang dan setelah perayaan Natal dan Tahun Baru,” tutupnya.

(Evav)

Komentar