oleh

Oknum Wartawan dan Anggota LSM di Mesuji Diamankan Usai Peras Kades Way Serdang Lampung

KabarSulselIndonesia (Mesuji – Lampung)

Pada hari Jum’at, 3 Desember 2021 kemarin, Jajaran Satreskrim Polres Mesuji melakukan Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang oknum yang mengaku sebagai Wartawan dan LSM yang diduga kuat melakukan pemerasan kepada beberapa Kepala Desa (Kades) yang ada di Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji Lampung.

Kapolres Mesuji AKBP Yuli Haryudo, SE mengatakan, “mohon waktunya mas saya akan cek kebenaran info dari mas,” pungkas Kapolres ketika dikonfirmasi oleh awak media ini.

Lanjut Kapolres Mesuji, “mas bisa langsung ke Kasat Reskrim aja karena saya masih rapat Kasatwil di Bandar Lampung,” ucap AKBP Yuli Haryudo.

Kasat Reskrim Polres Mesuji Iptu Fajrian Rizki membenarkan, “betul bang, tadi siang kami mengamankan dua orang tersangka diduga kuat pelaku pemerasan terhadap Kades di Kecamatan Way Serdang dan kedua tersangka yaitu oknum wartawan serta oknum LSM. Kedua tersangka sekarang lagi dalam periksa di Polres.”

Kedua oknum ini di amankan sekira pukul 14:00 WIB di jalan Lintas Timur Desa Simpang Pematang dan berhasil diamankan Barang Bukti (BB) dengan ditangan mereka berupa uang berjumlah 6 juta rupiah. Kedua terduga bisa di kenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 9 Tahun penjara, terang Kasat Reskrim ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Ketika dipertanyakan terkait media apa serta LSM apa, Kasat Reskrim Iptu Fajrian Rizki mengatakan, “ya nanti kita sampaikan keterangan resminya setelah selesai pemeriksaan bang,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Desa Labuhan Makmur bernama Matson menjelaskan bahwa dia dan Kawan-kawannya selaku Kepala Desa se-Kecamatan Way Serdang memang kerap kali didatangi dan dihubungi oleh kedua oknum yang mengaku wartawan dan LSM tersebut.

Kedua oknum tersebut berinisial Rkyt dan Jnl. Mereka selalu menanyakan beberapa hal terkait pembangunan yang ada di Desa-desa di Kecamatan Way Serdang ini. Hal tersebut di lakukan berulang-ulang oleh kedua oknum tersebut dan pihaknya juga sering di Takut-takuti sehingga sampai akhirnya kedua oknum meminta sejumlah uang. Jika Kepala Desa tidak mau memberikan uang maka permasalahan Desa mereka akan di laporkan ke-Kejaksaan dan Tipikor.

“Saya dan Kepala Desa lain juga sering di kirim WA oleh mereka berdua dan sering juga didatangi ke Rumah. Mereka berdua selalu menanyakan pembangunan di Desa kami, mereka juga bilang ada temuan pada Tahun 2019 dan 2020 bahkan mereka memilki SPJ Desa kami,” ucap Kades.

Kedua pelaku tersebut minta sejumlah uang kepada kami. “Kalau saya dimintai uang 10 juta dan sepengetahuan saya Desa Labuhan Batin juga kena 15 juta bahkan ada juga Kades lain yang di mintai 25 juta. Kalau jumlahnya bervariasi mas,” jelas Matson.

(M.Amin)

Komentar

Berita Lainnya