Mewujudkan Maluku yang Inklusif: Yayasan Marhaen Gelar ToT Pemberdayaan Disabilitas 2026

Langgur,Kabarsulsel-Indonesia.com. Komitmen kuat dalam melindungi dan memberdayakan penyandang disabilitas kembali ditunjukkan oleh Yayasan Marhaen Maluku. Kali ini, yayasan tersebut menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) Pemberdayaan Kelompok Disabilitas Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Grand Vilia Hotel Langgur, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus, khususnya di wilayah Maluku Tenggara.

Kegiatan Ketiga yang Berkelanjutan

Ketua Panitia Penyelenggara, Samsuwen Irwahyudi Renmaur, S.PWK, memaparkan bahwa kegiatan ToT ini merupakan seri ketiga yang dilaksanakan oleh pihaknya. Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses digelar di Ohoi Aat dan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, sepanjang tahun 2025.

“Kami juga baru saja melaksanakan kegiatan berbagi kasih di Panti Bakti Luhur Langgur dan Ohoi Danar. Ini membuktikan bahwa kepedulian kami terhadap kelompok disabilitas berjalan berkelanjutan,” ujar Samsuwen.

Ia menyoroti bahwa hingga saat ini, anak-anak penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga ruang ekspresi. Oleh karena itu, pendampingan yang tepat sangat diperlukan agar potensi unik mereka dapat berkembang maksimal.

“Setiap anak memiliki potensi luar biasa. Jika diberi ruang dan bimbingan yang tepat, mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan produktif,” tegasnya.

Sosialisasi Perda dan Pembentukan Karakter

Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Maluku Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Samsuwen menjelaskan bahwa regulasi tersebut merupakan inisiatif DPRD Provinsi Maluku yang wajib dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Masyarakat perlu sadar bahwa orang berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk dihormati dan diberi ruang hidup yang setara,” tambahnya.

Melalui ToT ini, peserta diharapkan mampu memahami karakteristik disabilitas, melatih keterampilan, hingga menjadi pelatih sebaya yang handal. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha dan kreativitas yang bernilai ekonomi, sehingga kelompok disabilitas tidak lagi dipandang sebagai objek belas kasihan, melainkan subjek yang mandiri.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun, ST, Kepala Tata Usaha Biro Kesra Setda Maluku Awaluddin Fajar, S.STP., M.Tr.I.P, serta Kepala Panti Bakti Luhur Langgur Suster Maria P. Jamlean.

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan anggaran dana hibah dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku. Atas hal tersebut, panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Semoga langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat membawa dampak besar bagi masa depan anak-anak penyandang disabilitas di Maluku. Mari kita bangun sinergi kuat demi keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan,” tutup Samsuwen.

(Evav)

Komentar