Malra,Kabarsulsel-Indonesia.com. ENDE, 26 Oktober 2025. Bertempat di Aula Program Studi Sastra Inggris Universitas Flores, Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (IMAPELMA) Ende, organisasi mahasiswa daerah yang dikenal sebagai wadah pembinaan generasi muda Manggarai yang telah resmi menuntaskan masa bakti kepengurusan periode 2024/2025.
Perjalanan kepemimpinan yang penuh dinamika ini ditutup dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh Ketua Umum, Rikarlianus Nembo, di hadapan Forum Rapat Umum Anggota (RUA) periode 2024/2025.
Acara RUA ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota IMAPELMA untuk merefleksikan makna perjuangan, semangat kepemimpinan, dan tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agen perubahan dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa sebagaimana semangat kepeloporan mahasiswa dari Angkatan 1908 hingga 1998.
IMAPELMA: Wadah Pembinaan dan Investasi Masa Depan Bangsa
Dalam laporan pendahuluan yang dibacakan, Ketua IMAPELMA Ende menegaskan kembali peran organisasi sebagai investasi masa depan bangsa. IMAPELMA berupaya menjawab tantangan globalisasi dan krisis nilai dengan mengimplementasikan model kepemimpinan transformasional yang menginspirasi, membangun kepercayaan, dan menumbuhkan semangat perubahan di kalangan anggotanya.
“Kami hadir sebagai manifestasi nyata dari nilai budaya Manggarai: ‘Muku ca pu’u, neka woleng curup; teu ca ambo, neka woleng lako’, yang artinya seia sekata dalam menjalakan keputusan, . Falsafah ini menjadi roh bagi setiap tindakan dan keputusan yang kami ambil,” ujar Rikarlianus Nembo.
Lebih lanjut, Rikarlianus menjelaskan bahwa Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (IMAPELMA) Ende merupakan salah satu organisasi sosial kemahasiswaan yang tumbuh dari semangat kebersamaan anak-anak muda Manggarai di tanah rantau, Kota Ende.
Organisasi ini berdiri sejak 5 Maret 2006, lahir dari kesadaran kolektif mahasiswa dan pelajar Manggarai untuk memiliki wadah perjuangan yang mempersatukan identitas, semangat kekeluargaan, serta cita-cita luhur dalam dunia akademik dan sosial kemasyarakatan.
Eksistensi IMAPELMA tidak sekadar simbol kebersamaan, melainkan juga manifestasi nilai budaya Manggarai, sebagaimana tersirat dalam semboyan luhur: “Muku ca pu’u, neka woleng curup; teu ca ambo, neka woleng lako,” yang berarti seia sekata dalam menjalankan keputusan. Falsafah ini menjadi roh perjuangan IMAPELMA sejak awal berdiri hingga kini bahwa dalam setiap tindakan, keputusan, dan pergerakan, organisasi harus berakar pada semangat persatuan, musyawarah, dan tanggung jawab bersama.
Legalitas dan Komitmen Organisasi.
Secara yuridis, IMAPELMA telah memiliki dasar hukum yang sah melalui Akta Pendirian Organisasi Sosial Nomor 3, Tanggal 8 April 2020. Dengan adanya akta pendirian tersebut, IMAPELMA memperkuat legalitas dan eksistensinya sebagai organisasi sosial kemahasiswaan yang diakui secara hukum di Indonesia. Akta ini menjadi tonggak penting yang menandai langkah maju organisasi dari sekadar komunitas mahasiswa menuju lembaga sosial yang memiliki struktur, legitimasi, dan arah pengabdian yang jelas.
Sebagai organisasi yang berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, IMAPELMA berkomitmen mengembangkan nilai-nilai sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan di kalangan mahasiswa Manggarai. Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan, IMAPELMA menjadi ruang pembelajaran dan pengabdian bagi anggotanya untuk menumbuhkan kepekaan terhadap persoalan masyarakat serta mengasah kemampuan berpikir kritis, solutif, dan berintegritas.
IMAPELMA juga berperan sebagai penghubung budaya lokal, menjembatani nilai-nilai luhur Manggarai dengan kehidupan multikultural di Kota Pancasila, Ende. Dengan demikian, IMAPELMA bukan hanya wadah berhimpun, tetapi juga ruang perjumpaan lintas nilai di mana mahasiswa belajar menghidupi identitasnya tanpa kehilangan semangat nasionalisme dan solidaritas sosial.
Visi dan Misi IMAPELMA Ende
Visi:“Menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan kesepahaman di antara mahasiswa dan pelajar sebagai intelektual yang populis.”
Visi ini mencerminkan semangat dasar IMAPELMA sebagai wadah pembentukan manusia intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan budaya. Intelektual yang populis berarti pribadi yang berpihak pada nilai kemanusiaan, menjunjung tinggi kebersamaan, serta siap berjuang demi kepentingan rakyat banyak.
Misi:“Mampu menjawab masalah sosial kemasyarakatan dalam bingkai kebersamaan, kekompakan, dan kesepahaman.” Misi ini menjadi arah gerak organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai pelaku perubahan yang membawa nilai-nilai cinta kasih, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.
Melalui semangat tersebut, IMAPELMA berupaya melahirkan kader-kader visioner, kritis, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan sosial di era modern. Dengan semangat “persaudaraan dan pelayanan”, IMAPELMA Ende terus menegaskan eksistensinya sebagai mediator budaya dan agen perubahan sosial di Kota Pancasila, Ende.Realisasi Program Kerja: Antara Capaian dan Tantangan
(Elang Kei)









Komentar