Kritik Sampul Majalah Tempo, Fauzan Rahawarin: Etika Ruh Demokrasi, Jangan Cuma Berlindung di Balik Kebebasan Pers

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.com. Kamis, 16 April, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin, angkat bicara keras terkait polemik sampul majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Ia menegaskan pentingnya menjaga etika dan integritas dalam dunia jurnalistik, agar kritik tidak berubah menjadi prasangka yang memecah belah.

Dalam pernyataannya, Fauzan menilai bahwa kebebasan pers bukan berarti tanpa batas. Kritik memang dibutuhkan dalam demokrasi, namun harus tetap berpijak pada norma dan etika yang benar.

“Etika Adalah Ruhnya”

“Kritik memang bagian penting dari demokrasi, tapi etika adalah ruhnya. Tanpa etika yang kuat, kritik yang disampaikan bisa berubah menjadi prasangka dan fitnah semata,” ujar Fauzan tegas.

Ia menyoroti bahwa publik kini semakin kritis dan cerdas dalam menilai kinerja media. Masyarakat tidak hanya membaca, tapi juga menilai apakah sebuah pemberitaan masih menjunjung tinggi keadilan dan integritas atau tidak.

-Jangan Bersembunyi di Balik Dalih

Fauzan meminta agar media besar seperti Tempo tidak bersembunyi di balik dalih “kebebasan pers” untuk mengabaikan prinsip dasar jurnalistik.

“Tempo harus berhenti bersembunyi di balik dalih kebebasan pers. Kembalilah pada standar yang jelas: fakta, keadilan, dan integritas, tanpa pengecualian bagi siapa pun,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah aset paling berharga. Jika etika dilanggar dan kepercayaan itu runtuh, maka yang tersisa bukan lagi jurnalisme yang sehat, melainkan opini yang dipaksakan seolah-olah sebagai kebenaran mutlak.

-Refleksi untuk Semua Pihak

Lebih jauh, Fauzan mengajak seluruh insan pers dan elemen masyarakat untuk melakukan refleksi bersama.

“Pada akhirnya, kekuatan media bukan hanya pada keberanian bersuara, tetapi pada kemampuan menjaga kepercayaan publik. Ingat, kepercayaan itu sekali goyah, tidak mudah dipulihkan kembali,” pungkasnya.

(M.N)

Komentar