Kinerja Dinilai Buruk & Struktur Rusak, Kader Senior Golkar Minta DPD Turunkan PLT

Kabarsulsel-Indonesia.com. MASOHI – Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah, sorotan tajam datang dari internal partai sendiri. Kader senior, Johanis Lunmisay, mengecam keras kondisi organisasi yang dinilai sudah rusak dan meminta DPD Provinsi segera turun tangan menempatkan Pelaksana Tugas (PLT).

Kritik pedas ini disampaikannya kepada awak media di Masohi, Kamis (16/4/2026), menyusul memanasnya suhu politik dengan adanya tiga kandidat kuat, yakni Hasan Alkatiri, Tammat R. Talaohu, dan Rusbandi Silawane.

“Kinerja Sangat Buruk, Tidak Ada Konsolidasi”

Johanis yang merupakan kader aktif sejak era Orde Baru ini menilai kepengurusan saat ini gagal total. Menurutnya, partai besar seperti Golkar tidak seharusnya bekerja seburuk ini.

“Kinerja DPD selama ini sangat buruk. Tidak ada konsolidasi, tidak ada kegiatan yang menyentuh hingga tingkat kecamatan dan desa. Pengurus kecamatan hanya disentuh kalau ada Musda saja, selebihnya diabaikan,” tegasnya.

Akibatnya, penurunan perolehan kursi di legislatif dinilai sebagai hal yang wajar karena kinerja partai yang dinilai “tidak becus”.

-SK Diambangkan, Sistem Sudah Rusak

Lebih jauh, Johanis menyoroti praktik yang merusak kultur partai. Ia menuding Surat Keputusan (SK) pengurus kecamatan banyak “diambangkan” dan baru dikeluarkan jika yang bersangkutan menyatakan dukungan ke salah satu calon.

“Ini membuat sistem dan kultur Golkar Maluku Tengah sudah rusak parah. Karena itu, saya usulkan kepada DPD Provinsi untuk mengambil alih dengan menurunkan PLT. Ini penting agar Musda berjalan demokratis dan hak seluruh kader terjamin,” urainya.

-Peringatan Keras: Jangan Pilih Calon Bermasalah Hukum

Tidak hanya soal manajemen, Johanis juga memberikan peringatan keras terkait figur yang akan dipilih nanti. Ia menyinggung isu beberapa calon yang diduga kuat terjerat masalah hukum yang sedang ditangani Kejaksaan dan Polda.

“Golkar menjunjung tinggi PD2LT: Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas, dan Tidak Tercela. Jangan sampai kita memilih pemimpin yang asal jadi, hanya karena pertimbangan pragmatis, tapi bermasalah hukum,” tegasnya.

Ia menekankan, calon ketua yang ideal harus bersih diri, bersih lingkungan, dan punya visi tajam.

“Jika ingin maju dan merebut dominasi kembali, pilihlah kader yang kredibel, bebas masalah hukum, dan punya kepemimpinan kuat. Jangan ulangi kesalahan masa lalu,” pungkas Johanis Lunmisay.

Komentar