oleh

Kejatisu Medan Amankan oknum Tersangka DPO Korupsi PJJ Nisel Rp.5,8 M

KabarSulselIndonesia (Medan)

“Kejatisu Medan Amankan oknum Tersangka DPO Korupsi PJJ Nisel Rp.5,8 M Kerugian keuangan negara berdasarkan perhitungan dan audit BPKP Perwakilan Provinsi Sumut senilai Rp 5.895.953.828,- Tersangka NB untuk penanganan lebih lanjut kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan. Dan sebelumnya 3 tersangka lain sudah divonis Hakim Tipikor Medan,” kata Asintel.

Lanjut, “NB tampak bungkam memakai rompi tahanan dan tak berkutik saat dikonfirmasi Kabar Sulsel Indonesia, digiring petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum dijemput Kejari Nias Selatan.”

Diketahui sebelumnya, PJJ USBM terlaksana atas nota kesepakatan (MoU) ditanda tangani Bupati Nias Selatan dengan pihak PJJ USBM meski pendidikan jarak jauh telah ditiadakan Menristek sejak tahun 2008.

Nota kesepakatan antara Pemda Nias Selatan dengan Universitas Setia Budi Mandiri Nomor: 420/5623/BUB/2012, nomor: 504/USBM-R/2012.

Selanjutnya, Bupati Nias Selatan membentuk tim para pengelola PJJ USBM yaitu, Drs. Asa’aro Laia, M.Pd, Drs Feriaman Sarumaha, Dra. Magdalena Bago, S.Pd.,MM.,MBA, Tongoni Tafona’o BA, Ir Ikhtiar Duha, Sozisokhi Sihura, SE.,MEc Dev, Akibat Fau SSos, MM, Fo’arota Laoli, SE.,MH, Tema’aro Tafona’o, SPd.,MPd, Siwani Viktor Dachi, SS dan Natalia Bago, SH sebagai bendahara.

Selain NB, Hakim Tipikor Medan telah menvonis 2 tahun penjara kepada Kadisdik Nisel MB, Kabid dikmentik JB dan ketua pengelola SS.

Meski demikian, riak riak pertanyaan besar muncul, siapa aktor intelektual kegiatan tersebut. Pasalnya, pihak penyidik hanya menjerat Kadisdik MB (selaku penanggung jawab), ketua pengelola SS, bendahara NB dan JB (mantan dikmentik) padahal kegiatan terlaksana berdasarkan SK Bupati Nias Selatan.

Tim (Korsumut).

Komentar

Berita Lainnya