oleh

Kadis PU Intan Jaya Apresiasi Pelaksanaan Bimtek, Hanes Belau : Jangan Cuma Teori

KSI | SUGAPA- Bimbingan Teknis Jasa Konstruksi dan Uji Sertifikasi untuk tenaga kerja Konstruksi yang telah terlaksana di Suga, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua tersebut diapresiasi oleh Kepala Dinas Pekerja Umum Kabupaten Intan Jaya, Benjamin G. Lekatompessy.

Benjamin mengapresiasi atas kehadiran peserta bimtek dan sertifikasi karena dua hal. Pertama, kondisi keamanan belum puli akibat masih ada gencatan senjata antara TNI/Polri dan TPNPB dan kedua karena akses teranportasi udara yang belum nomor kembal akibat pemberlakukan PPKM.

“Saya selaku kepala dinas mengapresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dalam pelaksanaan kegiatan bimtek dan sertifikasi, dan itu luar biasa mengingat kondisi daerah dan transportasi,”ujar Benjamin melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (19/8/21).

Benjamin menjelaskan, kegiatan bimtek dan Sertifikasi yang digelar pada dasarnya untuk memberikan pengetahuan tambahan sekaligus sebagai modal bagi tenaga kerja kontruksi dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur di kabupaten Intan Jaya.

“Bimtek dan sertifikasi yang telah dilaksanakan tersebut menjadi modal untuk pelaksanaan di lapangan sebagai mitra pemda,”tuturnya.

Karena itu, Benjamin berharap dalam mengiplementasikannya dapat bekerja penuh tanggung jawab dan lebih professional sesuai spesifikasi pekerjaan, sehingga kedepan ada peningkatan kemajuan pembangunan di kabupaten Intan Jaya.

Sementara itu, Henes Belau selaku Ketua KAPP Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua mengatakan, pihaknya sangat mendukung terhadap pelaksanaan kegiatan bimtek dan sertifikasi yang diselenggaran oleh Dinas PU bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, Papua.

Hanya saja, Belau meminta kegiatan seperti itu harus dilaksanakan rutin berupa pelatihan bukan bintek agar bernar-benar memberikan pengetahuan tambahan bagi tenaga kerja kontruksi terutama pengusaha asli kabupaten Intan Jaya.

“Jangan cuma teori, namun juga dilaksanakan dalam pelatihan atau praktek langsung, sehingga mereka benar-benar menguasai dan terbentuk SDM-nya terutama pengusaha asli Intan Jaya,”kata Belau melalui via telepon seluler kepada wartawan.

Belau tandaskan, Pemda berharap tenaga kerja kontruksi orang asli Intan Jaya harus bekerja professional sesuai spesifikasi, tetapi pemda perlu menyadari sejauhmana proses pembinaan itu dilaksanakan melalui pelatihan dan peraktek sesuai spesifikasi pekerjaan. Tentu hal ini menjadi pertanyaan sekaligus renungan bersama.

“Diharapkan bekerja secara professional sesuai spesifikasi pekerjaan, bagimana mau bekerja secara professional kalau hanya bimtek, itu teori melulu. Mari kita benahi,”pintanya tegas. (EmYu).

Komentar

Berita Lainnya