oleh

Jalan Depan Rumdis Bupati Mesuji Sebagai Tempat Wisata Baru Seribu Lubang

KabarSulselIndonesia (Mesuji – Lampung)

Akses jalan Kabupaten Mesuji tepatnya jalan penghubung antar Desa Simpang Pematang Menuju Kecamatan Panca Jaya rusak parah. Pemandangan ini disebut warga sebagai tempat wisata baru seribu lubang. Kondisi ini bisa mengakibatkan rawannya kecelakaan atau meningkatnya laka lantas di Kabupaten Mesuji.

Akses jalan dengan seribu lubang sangatlah membahayakan, jalan itu berada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman atau tepatnya di Depan RUMDIS (Rumah Dinas) Bupati Mesuji dan sekitar jalan pasar tradisional Simpang Pematang.

Di sepanjang badan jalan itu mengalami kurasakan yang cukup parah karena banyaknya lubang. Ruas jalan ini kondisinya berlubang dengan kedalaman mencapai 3 hingga sampai 5 centimeter. Bukan itu saja, sebagian kondisi jalan yang berlubang digenangi air ketika musim hujan tiba. Kondisi jalan berlubang ini sempat diberitakan beberapa media online beberapa bulan lalu hingga sampai saat ini diduga tidak ada ditindak lanjuti untuk dibenahi atau diperbaiki.

Rusaknya akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Simpang Pematang dan Kecamatan Panca Jaya tersebut merupakan salah satu akses jalan yang sangat vital. Pasalnya, akses jalan tersebut dilalui berbagai kendaraan Roda empat bahkan Roda dua dan akses rute trayek angkutan buah kelapa sawit ataupun karet hasil tani masyarakat sekitar.

Akses jalan ini juga merupakan jalan yang digunakan warga setempat untuk aktivitas perekonomian. Sehingga dengan kondisi ini mempengaruhi laju perekonomian warga di wilayah tersebut.

Akibat kondisi jalan rusak ini, banyak dikeluhkan pengendara roda dua (motor) maupun roda empat (mobil) bahkan para tukang ojek dan warga sekitar. Pasalnya, sudah pernah terjadi beberapa kali pengendara R2 mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa bulan lalu.

Kondisi jalan rusak ini ini pun banyak dikeluhkan oleh warga sekitar maupun para sopir angkut barang hasil tani masyarakat sekitar termasuk tukang ojek.

Mereka menuturkan, “dalam sehari biasanya tukang ojek banyak mendapatkan tarikan dari para pedagang pasar dan warga yang akan mengunjungi pasar. Namun semenjak kondisi jalan rusak mengalami penurunan drastis,” jelas Paijo yang enggan disebutkan nama sebenarnya.

Ditempat terpisah, Rahmat (40) Tahun, salah satu pengendara R4 yang membawa buah kelapa sawit menuturkan, karena kondisi jalan ini terlalu banyak lubang, sehingga pendapatannya menurun tajam.

“Kalau dibandingkan sebelumnya pendapatan saya lumayan. Karena banyaknya lubang yang dalam tertutup air bak istilah sebagai tempat wisata baru seribu lubang. Kalau kita paksakan melintas sudah dipastikan patah as roda,” kata Rahmat, Sabtu (11/12/2021).

Selain Rahmat serta Paijo, warga setempat pun berharap pemerintah segera turun tangan melakukan upaya membenahi infrastruktur tersebut. Karena jalan sangat vital sebagai akses perekonomian di wilayah tersebut.

(MAT Amin)

Komentar

Berita Lainnya