Hina Etnis Kei, Tokoh Masyarakat: Ini Penghinaan Terbuka, Tidak Bisa Ditoleransi!

Uncategorized128 views

Kabarsulsel-Indonesia.com. SAUMLAKI – Sebuah pernyataan bernada merendahkan yang ditujukan terhadap etnis Kei memicu kemarahan besar di masyarakat. Tokoh masyarakat Kei, A.B Obama, bereaksi keras menilai ucapan tersebut bukan sekadar salah kaprah, melainkan bentuk penghinaan terbuka yang sangat melukai harga diri dan tidak bisa ditoleransi.

Kontroversi ini mencuat memanas usai pelantikan pejabat eselon II di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (15/4/2026). Dalam sebuah diskusi grup, seorang advokat bernama Andreas Mathias Go diduga kuat melontarkan komentar yang secara langsung menyerang identitas dan martabat suku Kei.

-Kemarahan Meluas, Masyarakat Tak Tinggal Diam

Reaksi spontan langsung muncul dari berbagai kalangan. Masyarakat Kei, baik yang berada di Tanimbar maupun yang tersebar di daerah lain, menyatakan sikap tegas bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat identitas mereka diinjak-injak.

“Kami mengutuk keras pernyataan tersebut. Ini sudah melewati batas, mencederai harga diri, dan merusak semangat kebersamaan yang selama ini kita jaga,” tegas A.B Obama mewakili suara masyarakat.

Mereka menegaskan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak ada ruang sedikitpun bagi ujaran kebencian atau sikap yang merendahkan suku dan identitas bangsa lain.

-Konsekuensi Hukum Menanti

Lebih jauh, tokoh masyarakat mengingatkan bahwa ancaman hukum bukan sekadar wacana. Jika tindakan serupa terulang kembali, langkah hukum akan ditempuh secara tegas dan tanpa kompromi.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Ruang publik, termasuk media sosial, bukanlah tempat bebas untuk menyebarkan racun dan kebencian. Setiap kata yang diucapkan memiliki konsekuensi, dan kali ini, masyarakat siap membela harga diri mereka.

(Evav)

Komentar