Langgur,Kabarsulsel-Indonesia.com. Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, memberikan teguran keras kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Dalam Apel Gabungan ASN dan PPPK, Selasa (4/3/2025), ia menekankan bahwa PPPK bukan sekadar pegawai kontrak biasa.
“Anda bukan pemain cadangan. Anda adalah bagian inti dari tim ini,” tegasnya. Bupati menjelaskan bahwa PPPK merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memiliki tanggung jawab yang sama dengan PNS dalam menjalankan fungsi pemerintahan, yaitu pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, dan perekat persatuan bangsa.
Masyarakat tidak membedakan status pegawai saat menerima pelayanan, sehingga PPPK harus memiliki integritas, kejujuran, dan kepatuhan terhadap kode etik ASN. “Ambil inisiatif, berikan solusi, jangan hanya bergerak kalau diperintah,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam bekerja. “Disiplin bukan hanya soal hadir tepat waktu, tetapi menjaga kualitas kerja setiap hari. Sementara konsistensi dinilai sebagai pembeda antara ASN biasa dan ASN yang benar-benar berdedikasi,” ujarnya.
Kinerja PPPK akan dievaluasi, namun Bupati meminta agar evaluasi tidak dipandang sebagai ancaman. “Jadikan evaluasi sebagai kesempatan untuk membuktikan diri,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara telah mengalokasikan anggaran gaji PPPK Tahun 2026 sebesar Rp82,3 miliar. Jumlah PPPK yang diangkat pada 2025 sebanyak 869 orang, terdiri dari 122 tenaga guru, 76 tenaga kesehatan, dan 671 tenaga strategis. Selain itu, ada juga 319 PPPK paruh waktu dengan gaji antara Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per bulan.
Bupati juga menjelaskan bahwa pengangkatan PPPK didasarkan pada keahlian dan kompetensi. “Guru diangkat karena kemampuan mengajar, tenaga kesehatan karena keahlian medis, serta tenaga teknis karena kompetensinya di bidang masing-masing,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta PPPK untuk tidak hanya fokus pada tugas pokok, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang ada. “Kita harus siap menghadapi perubahan dan tantangan, serta memiliki kemampuan untuk berinovasi dan berkreasi,” ujarnya.
Bupati mengakhiri arahannya dengan pesan yang disambut tepuk tangan peserta apel. “Masyarakat Maluku Tenggara tidak membutuhkan pegawai yang hanya mengisi absensi. Mereka membutuhkan pelayan yang sungguh-sungguh melayani.” Pernyataan itu menjadi sinyal tegas bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara serius menuntut kinerja optimal dari seluruh PPPK seiring dengan besarnya anggaran yang telah digelontorkan.
Dengan demikian, Bupati berharap PPPK dapat menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Maluku Tenggara. “Jangan hanya menjadi bagian dari masalah, tapi jadilah bagian dari solusi,” katanya.
(Evav)








Komentar