Maluku Barat Daya, Kabarsulsel-Indonesia.com | Deru mesin kapal kembali terdengar di perairan Tepa. Dermaga yang lama dinantikan masyarakat Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, kini resmi beroperasi. Di tengah kabar itu, tudingan penyelewengan anggaran proyek senilai Rp61 miliar mencuat. Namun, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Vano Papilaya, membantah keras adanya penyimpangan.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (14/4), Papilaya menegaskan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai dokumen perencanaan detail (DED).
“Sejak tahap persiapan hingga pengawasan di lokasi, kami bekerja berdasarkan dokumen resmi. Semua proses berjalan sesuai mekanisme,” ujarnya.
Ia menyebut pemberitaan yang mengarah pada dugaan penyimpangan anggaran sebagai asumsi sepihak. Menurut Papilaya, proyek pembangunan dermaga dan trestle Tepa telah rampung dan telah melalui proses pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Tidak ada kerugian negara seperti yang dituduhkan,” katanya.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu menelan biaya Rp61 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan dermaga dan trestle sebagai bagian dari program Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta. Pemerintah pusat, kata dia, menaruh perhatian pada konektivitas wilayah terluar, termasuk Kabupaten Maluku Barat Daya – daerah kepulauan yang selama ini bergantung pada transportasi laut.
Papilaya menjelaskan, pengawasan dilakukan secara ketat selama proses pembangunan berlangsung. Setiap tahapan pekerjaan, mulai dari struktur bawah hingga penyelesaian akhir, diklaim telah melalui prosedur teknis dan administrasi yang berlaku.
Bagi masyarakat Tepa dan sekitarnya, keberadaan dermaga baru ini bukan sekadar infrastruktur fisik. Ia menjadi simpul harapan: memperlancar distribusi barang, mempermudah mobilitas warga, serta membuka peluang ekonomi yang selama ini terhambat jarak dan keterisolasian.
“Kami berharap fasilitas pelabuhan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengguna jasa transportasi laut. Semoga benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Papilaya.
Ke depan, pemerintah merencanakan pengembangan lanjutan berupa pembangunan terminal penumpang serta fasilitas penunjang lainnya. Dengan demikian, Pelabuhan Tepa diharapkan tidak hanya menjadi tempat sandar kapal, melainkan gerbang pertumbuhan baru di beranda selatan Maluku Barat Daya.
Isu boleh berembus, namun dermaga telah berdiri. Kini, waktu dan transparansi yang akan menjawab segala prasangka.








Komentar