Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Pemerintah Kabupaten Fakfak mulai menggeser arah kebijakan anggaran pendidikan. Jika selama ini dana besar kerap tersedot ke pembangunan fisik, ke depan fokusnya diminta berpindah: dari beton dan bangunan menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penegasan itu disampaikan Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak, Abd. Razak I. Rengen, S.H., M.Si, dalam Rapat Kerja Pendidikan Kabupaten Fakfak. Ia menilai, sebagai salah satu daerah tertua di Papua Barat, Fakfak relatif telah menuntaskan persoalan infrastruktur pendidikan. Sekolah dan ruang kelas, kata dia, bukan lagi masalah utama.
“Fakfak ini kota tua. Infrastruktur pendidikan kita relatif sudah tuntas. Jangan lagi anggaran pendidikan dihabiskan untuk fisik semata, tapi fokus pada peningkatan kualitas manusianya,” ujar Razak.
Menurutnya, tantangan pendidikan Fakfak hari ini justru terletak pada kualitas guru, kemampuan dasar baca-tulis siswa, serta rendahnya partisipasi sekolah di sejumlah wilayah. Namun ironi kerap terjadi: ruang kelas baru dibangun di daerah yang bahkan tidak memiliki guru.
“Tidak ada guru, tidak ada proses belajar-mengajar. Tapi yang dibangun justru ruang kelas baru. Ini keliru,” tegasnya. “Yang harus dijawab adalah mengapa gurunya tidak ada, dan apa solusi agar mereka hadir dan bertahan.”
Razak menekankan, gedung sekolah tanpa tenaga pendidik hanya akan menjadi monumen anggaran—berdiri, tetapi tak bernyawa. Karena itu, ia mendorong agar kebijakan pendidikan lebih berani menyentuh akar persoalan: distribusi dan kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta intervensi serius pada kemampuan literasi siswa.
Dalam rapat tersebut, ia juga mengingatkan agar Rapat Kerja Pendidikan tidak berhenti sebagai forum seremonial dan diskusi belaka. Seluruh masukan peserta, kata dia, wajib dirumuskan secara konkret melalui kelompok kerja dan diterjemahkan langsung ke dalam perencanaan anggaran daerah.
“Raker ini harus melahirkan rekomendasi yang bisa dieksekusi, bukan sekadar catatan rapat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap, momentum Raker Pendidikan ini menjadi titik balik pembenahan tata kelola pendidikan. Dengan anggaran pendidikan yang besar, pemerintah ingin memastikan setiap rupiah benar-benar berdampak—bukan hanya pada bangunan sekolah, tetapi pada masa depan generasi Fakfak.








Komentar