Mantan Bendahara Desa Hilimaenamolo Beberkan Uang Yang Diambil Kades

KabarSulselIndonesia (Nias Selatan)

Mantan Kaur Keuangan Desa Hilimaenamolo yang bernisial ‘LN’ beberkan uang dana desa yang diambil oknum Kepala Desa (Kades) Hilimaenamolo Kecamatan Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan (Nisel) yang bernisial ‘AD’ saat dirinya jadi kaur keuangan.

Hal ini disampaikan oleh mantan Kaur Keuangan Desa Hilimaenamolo ‘LN’ dihadapan Ketua BPD beserta anggota yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda saat rapat perdana anggota BPD Hilimaenamolo terpilih di Balai Desa, Senin (09/11/2021).

Dalam kesempatan itu, mantan Bendahara Desa Hilimaenamolo itu menjelaskan “pihaknya masuk aparat Desa Hilimaenamolo pada awal bulan Februari 2021 dan diposisikan sebagai kaur perencanaan tanpa ada SK,” ucapnya.

Lebih lanjut kata dia, “pada tanggal 23 Maret 2021, Kades memberikan tugas saya sebagai bendahara dan saya memundurkan diri tepat tanggal 23 Agustus 2021 kemaren”, Pungkasnya.

Ia menjelaskan, pada bulan Maret 2021 yang lalu, saya dan Kepala Desa melakukan penarikan Dana Desa (DD) sebesar Rp. 63 Juta dan uang itu diperuntukkan untuk penanganan Covid-19, namun Kades tidak melaksanakannya, hanya pada saat itu dibelanjakan Kades untuk membeli ember tempat cuci tangan sebanyak 8 buah, yang harganya masing – masing Rp. 1.100.000 perbuah, jelasnya.

Mantan bendahara itu mengungkapkan “belanja ember tempat cuci tangan itu sebenarnya dianggarkan 10 buah, tapi hanya dibelanjakan Kepala Desa sebanyak 8 buah”, ungkapnya.

Lebih lanjut LN menyampaikan, “pada bulan Agustus 2021 yang lalu kembali lagi ada penarikan dana sebesar Rp. 238 Juta dan uang itu hanya digunakan untuk BLT sebesar Rp. 54 Juta, namun yang lainnya ada bukti pengambilan uang itu ditangan saya berupa kwintasi, namun tidak dibelanjakan,” tandas mantan bendahara itu.

Kata LN saat itu, “setiap oknum Kepala Desa Hilimaenamolo yang bernisial ‘AD’ mengambil uang ditangan saya dengan kwintasi namun tidak ada yang dibelanjakan, seperti ATK, makan minum (Mami) dan SPPD dimanipulasi,” ucapnya.

Hal lain kata dia, “dalam kwintasi pengambilan uang ditangan saya tertera dalam kwintasi itu untuk pembayaran panjar semen dan pasir untuk pembangunan drainase sebesar Rp. 23 Juta, namun sampai sekarang belum dilaksanakan,” ucapnya.

Mantan bendahara itu menjelaskan, “alasan oknum kades pada saat itu saat diserahkan uang itu untuk pembayaran panjar mobil dalam pengangkutan bahan material batu dan pasir,” jelasnya.

“Rupanya pasir dan besi itu diduga untuk membangun rumah pribadinya bukan lagi drainasenya”, tutur mantan bendahara dan sambil menunjukan bukti kwintasi uang yang diambil kades dihadapan BPD dan tokoh masyarakat.

Kata dia, “bukan hanya ini masih banyak lagi yang lain, bukan hanya Rp. 23 Juta ini diambil Kades ditangan saya, tapi bervariasi ada Rp. 3 juta, Rp. 5 juta dan seterusnya, makanya saya mundur diri,” tukasnya.

Ia berpesan supaya SPJ Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) TA. 2021 mulai bulan Januari sampai Agustus 2021 jangan terlena dan ditanda tangani, sebab banyak manipulasi, karena selama ini sebelum penarikan, Kades membuat SPP dan yang memegang kendali Siks-NG bukan Operator Desa, tapi PLD yang bernisial ‘KZ’ PLD inilah yang mengendalikan kami, pesannya dihadapan BPD.

Saya sering menyampaikan ke Kades pada saat itu setelah kita melakukan penarikan uangnya harus ditangan TPK dan biar TPK membuat SPPnya yang diverifikasi oleh Sekdes dan ini tidak pernah dilaksanakan oleh Kades.

Itulah alasan saya mundur diri dari aparat desa pada saat itu, saya tidak mau ada yang korban dalam pengelolaan dana desa ini, ucap LN.

Bahkan kata dia, sampai saat ini pihaknya belum berikan gajinya oleh Kepala Desa Hilimaenamolo.

Menanggapi hal itu, Ketua BPD Hilimaenamolo menyampaikan, “sebagai fungsi pengawasan pihaknya akan menelusuri kejadian itu dan segera melaporkan kepada pihak – pihak yang terkait, mulai dari Camat, DPMD, Inspektorat, Bupati dan DPRD Nisel,” ucapnya.

Terkait hal ini dan untuk keseimbangan pemberitaan, media ini melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Hilimaenamolo melalui pesan WhatsApp (WA), namun hingga turun berita ini belum ada tanggapannya. (KORWIL Kep.Nias Martaf/Alex)

 

Komentar